Tradisi Maparrabung Nana‟eke di Boyang Sebagai Media Dakwah Kultural Di Desa Bonde Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar

No Thumbnail Available
Date
2026-06-09
Authors
Muh. Shinwan
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dan nilai dakwah kultural dalam tradisi Mapparabung Nana‟eke di Boyang pada masyarakat Mandar di Desa Bonde. Tradisi ini merupakan praktik budaya yang dilakukan ketika bayi baru lahir dengan membawa anak ke masjid serta menempatkannya pada ruang-ruang simbolik tertentu sebagai bentuk harapan terhadap masa depan anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami tradisi lokal sebagai media penyampaian nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah perubahan masyarakat modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapparabung Nana‟eke tidak hanya dipahami sebagai praktik adat, tetapi juga berfungsi sebagai media dakwah kultural yang menyampaikan nilai kehidupan melalui simbol budaya dan keterlibatan sosial masyarakat. Tradisi ini dimaknai sebagai pengenalan awal anak terhadap lingkungan sosial, penanaman harapan kehidupan, serta penguatan kebersamaan masyarakat. Keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menunjukkan bahwa kelahiran anak dipahami sebagai peristiwa sosial kolektif yang memperkuat hubungan sosial serta identitas budaya Mandar. Tradisi ini juga berperan dalam pewarisan nilai lokal yang kontekstual dan mudah diterima masyarakat. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya pergeseran pemahaman di sebagian masyarakat yang melaksanakannya hanya sebagai kebiasaan sosial tanpa memahami makna simboliknya secara mendalam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Mapparabung Nana‟eke memiliki fungsi penting sebagai media dakwah kultural yang menanamkan nilai sosial, memperkuat solidaritas masyarakat, serta menjaga kesinambungan identitas budaya. Oleh karena itu, diperlukan peran tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga pemahaman makna tradisi agar tetap relevan dengan perkembangan sosial masyarakat. Kata kunci: dakwah kultural, tradisi lokal, simbol budaya, dan Mapparabung Nana‟eke.
Description
Keywords
Citation