Skripsi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 87
  • Item
    Dakwah Fardiyah Penghulu Agama Islam Dalam Memediasi Konflik Rumah Tangga (Studi Kasus KUA Kecamatan Pamboang)
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-06-09) Hengky
    Penelitian ini mengkaji tentang dakwah fardiyah yang dilakukan oleh penghulu agama Islam dalam memediasi konflik rumah tangga di (KUA) Kecamatan Pamboang. Fokus utama penelitian ini meliputi kompetensi penghulu sebagai mediator, pelaksanaan dakwah fardiyah, dalam proses mediasi, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya. Tujuan penelitian ini penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan dakwah fardiyah dalam proses mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi struktur, dan dokumentasi terhadap informan yang relevan, yaitu penghulu dan pasangan yang pernah dimediasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi penghulu dalam memediasi konflik rumah tangga mencakup tiga kompetensi yaitu kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural, (2) Dalam konteks mediasi, dakwah fardiyah melalui 6 fase yaitu Ta’aruf (perkenalan), Ta’aluf (saling menyayangi), Al Tafahum (saling pengertian), Pengamatan dan pemeliharaan, Ta’awun dan tanashur tolong menolong dan bantu membantu) serta Pengamatan terhadap keimanan Mad’u. (3) faktor pendukung dalam penerapan dakwah fardiyah meliputi kemampuan dan kredibilitas penghulu, serta adanya kesadaran pasangan untuk mempertahankan rumah tangga. Sementara itu, faktor penghambat utama adalah rendahnya komitmen untuk rujuk, kedatangan pasangan yang hanya bersifat administratif sebelum perceraian, serta kuatnya konflik emosional yang telah berlangsung lama. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah fardiyah memiliki potensi strategis sebagai metode mediasi konflik rumah tangga berdasarkan nilai- nilai keagamaan dan komunikasi antarpribadi. Secara teoritis temuan ini memperkaya Khazanah ilmu dakwah, khususnya pada ranah dakwah antarpribadi dalam konteks resolusi konflik keluarga. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi perlunya penguatan kapasitas penghulu melalui pelatihan mediasi, peningkatan keterampilan komunikasi, serta pengembangan pendekatan mediasi berbasis dakwah agar proses penanganan konflik rumah tangga di KUA dapat berlangsung lebih efektif, prefentif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Dakwah Fardiyah, Penghulu, Mediasi, Konflik Rumah Tangga, KUA Kecamatan Pamboang.
  • Item
    Tradisi Maparrabung Nana‟eke di Boyang Sebagai Media Dakwah Kultural Di Desa Bonde Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-06-09) Muh. Shinwan
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dan nilai dakwah kultural dalam tradisi Mapparabung Nana‟eke di Boyang pada masyarakat Mandar di Desa Bonde. Tradisi ini merupakan praktik budaya yang dilakukan ketika bayi baru lahir dengan membawa anak ke masjid serta menempatkannya pada ruang-ruang simbolik tertentu sebagai bentuk harapan terhadap masa depan anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami tradisi lokal sebagai media penyampaian nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah perubahan masyarakat modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapparabung Nana‟eke tidak hanya dipahami sebagai praktik adat, tetapi juga berfungsi sebagai media dakwah kultural yang menyampaikan nilai kehidupan melalui simbol budaya dan keterlibatan sosial masyarakat. Tradisi ini dimaknai sebagai pengenalan awal anak terhadap lingkungan sosial, penanaman harapan kehidupan, serta penguatan kebersamaan masyarakat. Keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat menunjukkan bahwa kelahiran anak dipahami sebagai peristiwa sosial kolektif yang memperkuat hubungan sosial serta identitas budaya Mandar. Tradisi ini juga berperan dalam pewarisan nilai lokal yang kontekstual dan mudah diterima masyarakat. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya pergeseran pemahaman di sebagian masyarakat yang melaksanakannya hanya sebagai kebiasaan sosial tanpa memahami makna simboliknya secara mendalam. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Mapparabung Nana‟eke memiliki fungsi penting sebagai media dakwah kultural yang menanamkan nilai sosial, memperkuat solidaritas masyarakat, serta menjaga kesinambungan identitas budaya. Oleh karena itu, diperlukan peran tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga pemahaman makna tradisi agar tetap relevan dengan perkembangan sosial masyarakat. Kata kunci: dakwah kultural, tradisi lokal, simbol budaya, dan Mapparabung Nana‟eke.
  • Item
    Implementasi Dakwah Tadbīr dan Taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Cabang Majene
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-06-09) Sahril
    Penelitian ini membahas terkait pelaksanaan dakwah tadbīr dan taṭwīr yang dilakukan oleh Rumah Qur’an Violet (RQV) Majene. Adapun pokok permasalahan atau pertanyaan penelitian yakni: 1) Bagaimana implementasi dakwah tadbīr di Rumah Qur’an Violet Majene. 2) Bagaimana implementasi dakwah taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Majene. 3) Bagaimana dakwah tadbīr dan taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Majene dalam perspektif teori sistem komunikasi organisasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan dakwah tadbīr dan taṭwīr serta implikasinya terhadap efektivitas aktivitas dakwah di RQV Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus, relawan serta santri Rumah Qur’an Violet Majene sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dakwah tadbīr di RQV Majene telah berjalan secara sistematis melalui pengelolaan organisasi yang terstruktur. Sementara implementasi dakwah taṭwīr diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif terhadap penguatan kelembagaan dan respons masyarakat terhadap kegiatan dakwah. RQV Majene juga dipahami sebagai sistem terbuka dalam perspektif komunikasi organisasi, di mana lembaga ini menerima masukan atau input seperti dukungan masyarakat serta kebutuhan sosial di sekitarnya. Masukan tersebut dikelola melalui komunikasi internal antarpengurus, pembagian peran atau tugas, serta perencanaan program. Proses tersebut kemudian menghasilkan program dakwah pemberdayaan sebagai bentuk output organisasi. Dalam hal ini dakwah tadbīr berfungsi menjaga keteraturan manajemen organisasi sedangkan dakwah taṭwīr mencerminkan kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap dinamika lingkungan atau kebutuhan masyarakat. Penelitian ini dapat berimplikasi terhadap penguatan tata kelola lembaga dakwah yang sistemastis serta pengembangan program pemberdayaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
  • Item
    Peran Komunikasi Organisasi dalam Mendukung Adaptasi Santri Baru di Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani.
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-06-09) Mohamad Rofik Azim
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam mendukung proses adaptasi santri baru di Pondok Pesantren Syekh Hasan Yamani. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana komunikasi organisasi dijalankan melalui pola komunikasi, kejelasan penyampaian informasi, serta interaksi antara pimpinan, pengasuhan, pembina, dan santri dalam membantu santri menyesuaikan diri dengan lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pimpinan pesantren, bagian pengasuhan, pembina, dan santri baru. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peran yang signifikan dalam mendukung proses adaptasi santri baru. Komunikasi yang terstruktur, berkelanjutan, dan bersifat suportif membantu santri memahami aturan, pola interaksi, serta budaya yang berlaku di lingkungan pesantren. Proses komunikasi berlangsung melalui komunikasi formal dan informal, serta didukung oleh aliran komunikasi vertikal dan horizontal yang memperlancar penyampaian informasi dan memperkuat hubungan sosial antar santri. Selain itu, faktor komunikasi organisasi seperti kejelasan informasi, komunikasi interpersonal, komunikasi horizontal, serta lingkungan komunikasi yang kondusif turut memengaruhi keberhasilan adaptasi santri. Adaptasi tersebut terlihat dari kemampuan santri dalam memahami aturan, berinteraksi dengan lingkungan sosial, serta menyesuaikan diri dengan pola kehidupan pesantren secara bertahap. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan adaptasi santri baru. Oleh karena itu, pesantren perlu mengembangkan sistem komunikasi yang efektif, terbuka, dan adaptif guna menciptakan lingkungan yang kondusif serta mendukung perkembangan santri secara optimal. Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Adaptasi, Santri Baru, Pondok Pesantren
  • Item
    Ekologi dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tah}li>li> QS. al- Baqarah/2:30)
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-06-04) Lisda
    Nama : Lisda NIM : 30156119013 Program Studi : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Judul : Ekologi dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tah}li>li> QS. al- Baqarah/2:30) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran QS. Al-Baqarah /2:30 terkait masalah ekologi. Penelitian ini dilatarbelankangi masalah krisis ekologi yang semakin meningkat sehingga berdampak pada kerusakan alam dan becana alam yang terjadi akibat krisis ekologi yang semakin parah. Sehingga krisis ekologi menjadi isu global yang banyak diperbincangkan. Permasalahn yang dikaji dalam penelitian ini ada dua yaitu pemaknaan ayat tentang ekologi dan imlikasinya pada QS. al-Baqarah/2:30. Dengan tujuan agar bisa mengetahui makna dan implikakasi ekologi pada QS, al-Baqarah. Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan metode tah}li>li> atau analisis yang dianggap relevan untuk mengetahui pemaknaan dan implikasi terhadap QS.al-Baqarah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang sifatnya kepustakaan (library research). Pengumpulan data pada penelitian ini merujuk pada data primer dan data sekunder yang diperoleh dari al- Qur’an dan kitab-kitab tafsir, buku-buku, jurnal dan artikel yang terkait dengan pembahasan yang dikaji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna ekologi pada QS.al- Baqarah/2:30 terdapat kata al-ard} yang bermakna lingkungan planet bumi yang ditempati seluruh makhluk hidup terutama manusia. Pada konsep khali>fah fil ard} dalam islam memiliki keterkaitan yang sangat erat pada enam prinsip Qur’an yaitu tauhid, tanda-tanda ayat tuhan, khali<>fah di bumi, keadilan dan mi>za>n. Sehingga dari enam prinsip ini dapat dijadikan landasan normatif dalam mencegah krisis lingkungan. Dalam mengimplikasikan ekologi yaitu manusia sebagai khali>fah dan mengelola lingkungan dengan menjaga kelestarian dengan tidak merusak alam. Manusia tidak hanya berperan sebagai khali>fah akan tetapi sebagai pengemban amanah dengan melalui pendidikan ekologi berbasis Islam serta perlunya kesadaran ekologi. Dalam penelitian ini, merupakan upaya dalam meningkatkan kesadaran bahwa manusia yang tidak lepas dari unsur Tuhan, sehingga terciptanya hubugan yang harmonis, baik itu hubungan manusia terhadap Allah swt, hubungan manusia dengan sesamanya serta mahkluk lainnnya dan hubungan manusia dengan lingkungan. Agar manusia lebih mengetahui akan kedudukan dan fungsinya sebagai hamba dan khali>fah dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dalam mengelola lingkungan yang berkelanjutan. Penulis berharap penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi peneliti berikutnya terkait masalah ekologi. Kata kunci: ekologi, tah}li>li>, khalifah, al-Baqarah