Peran Komunikasi Keluarga Terbuka dalam Meningkatkan Resiliensi Anak Korban Bullying di SMA Negeri 1 Majene
Peran Komunikasi Keluarga Terbuka dalam Meningkatkan Resiliensi Anak Korban Bullying di SMA Negeri 1 Majene
No Thumbnail Available
Date
2026-05-24
Authors
Latifa Nur
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
NIM
Jurusan
Judul
:
:
Latifa Nur
30356121006
: Komunikasi dan Penyiaran Islam
:
Peran Komunikasi Keluarga Terbuka dalam Meningkatkan
Resiliensi Anak Korban Bullying di SMA Negeri 1 Majene
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi keluarga terbuka
dalam meningkatkan resiliensi anak korban bullying di SMA Negeri 1 Majene.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bullying yang masih terjadi di
lingkungan sekolah dan berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak,
seperti kecemasan, penurunan kepercayaan diri, dan trauma. Keluarga sebagai
lingkungan pertama anak dinilai memiliki peran penting dalam memberikan
dukungan emosional dan membangun ketahanan diri anak melalui komunikasi
keluarga terbuka.
Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan pendekatan
studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi terhadap anak korban bullying, orang tua, wali kelas,
serta guru BK. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang
meliputi redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menujukkan bahwa komunikasi keluarga terbuka berperan
signifikan dalam membantu anak korban bullying memulihkan kondisi
emosionalnya. Keterbukaan dalam keluarga menciptakan ruang aman bagi anak
untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaannya tanpa takut dihakimi.
Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga terbuka
tidak hanya ditandai dengan keterbukaan dalam berbicara, tetapi juga diwujudkan
melalui sikap orang tua yang aktif mendengarkan, memberikan respon empatik,
serta konsisten dalam keterlibatan orang tua dalam membantu anak mencari solusi
atas permasalahan yang dihadapi menjadi faktor penting dalam memperkuat
resiliensi anak. Dukungan emosional, motivasi dan empati dari orang tua mampu
menumbuhkan kembali kepercayaan diri anak, membantu mengelola emosi, serta
memperkuat resiliensi mereka dalam menghadapi tekanan di sekolah. Temuan ini
sejalan dengan teori sistem keluarga Bowen yang menyatakan bahwa kualitas
komunikasi di dalam keluarga memengaruhi keseimbangan emosional seluruh
anggota keluarga. Dengan demikian, komunikasi keluarga terbuka menjadi faktor
penting dalam membangun resiliensi anak korban bullying.
Kata kunci : Peran, Komunikasi, Keluarga Terbuka, Resiliensi, Bullying.