Nasionalisme dalam Perspektif al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tahlili terhadap QS al-Baqarah/2: 126)
Nasionalisme dalam Perspektif al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tahlili terhadap QS al-Baqarah/2: 126)
No Thumbnail Available
Date
2025-12-08
Authors
Iwan
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nasionalisme dalam perspektif al-
Qur’an melalui kajian tafsir tahlili terhadap QS. al-Baqarah/2:126. Adapun
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana penafsiran QS. al-
Baqarah/2:126, (2) Bagaimana konsep nasionalisme dalam QS. al-Baqarah/2:126.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research)
yang menggunakan metode tahlili dengan pendekatan teologis. Dalam penelitian
ini, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk
memperoleh data yang relevan, peneliti menggunakan metode kepustakaan
dengan menelaah berbagai kitab tafsir serta literatur yang berkaitan dengan tema
penelitian. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan diolah melalui langkah-
langkah metode tahlili agar penafsiran ayat dapat dipahami secara sistematis dan
mendalam. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis
deskriptif dan analisis isi (content analysis), sehingga hasil penelitian dapat
diuraikan secara objektif dan kontekstual. Kemudian, seluruh hasil analisis
tersebut dikumpulkan secara deduktif, yaitu dengan bertitik tolak dari
pengetahuan umum untuk kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penafsiran terhadap QS. al-
Baqarah/2:126 mengungkapkan bahwa doa Nabi Ibrahim mengandung nilai-nilai
nasionalisme Qur’ani yang menekankan pentingnya keamanan, kesejahteraan dan
keimanan sebagai fondasi kehidupan bernegara. Makna QS. al-Baqarah/2:126
menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air berakar dari kesadaran iman dan
tanggung jawab sosial, yang kemudian melahirkan empat konsep utama
nasionalisme, yaitu patriotisme, persatuan, pluralisme dan pembebasan, (2)
Konsep nasionalisme dalam QS. al-Baqarah/2:126 menggambarkan integrasi
antara nilai keagamaan dan kebangsaan. Nasionalisme dalam pandangan al-
Qur’an tidak bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, melainkan menjadi sarana
untuk mewujudkan negara yang adil, damai dan sejahtera. Dalam hal ini, nilai-
nilai nasionalisme yang terkandung dalam QS. al-Baqarah/2:126 dapat dijadikan
sebagai dasar penguatan karakter bangsa Indonesia yang selaras dengan prinsip-
prinsip pancasila.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai nasionalisme
yang terkandung dalam QS. al-Baqarah/2:126 dapat menjadi landasan spiritual
dan moral bagi pembentukan karakter kebangsaan. Oleh karena itu, penelitian ini
diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pendidikan nilai dan
membangun kesadaran kebangsaan yang berlandaskan prinsip-prinsip al-Qur’an.