Skripsi Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 73
  • Item
    Jampi-jampi Sebagai Media Pengobatan Masyarakat di Desa Betteng Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene (Studi Living Qur’an)
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25) Juniarti
    ABSTRAK Nama : Juniarti NIM : 30156120031 Program Studi : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Judul : Jampi-jampi Sebagai Media Pengobatan Masyarakat di Desa Betteng Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene (Studi Living Qur’an) Skripsi ini berjudul ‚Jampi-jampi Sebagai Media Pengobatan Masyarakat Desa Betteng Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene (Studi Living Qur’an). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme penggunaan ayat-ayat al-Qur’an dalam praktik pengobatan jampi-jampi dan resepsi masyarakat terhadap penggunaan ayat-ayat al-Qur’an dalam pengobatan jampi-jampi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan living Qur’an, yang berfokus pada penelitian lapangan. Adapun teori yang digunakan da- lam penelitian ini yaitu teori resepsi eksegesis dan teori resepsi fungsional. Selain itu, sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Kemudian teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara men- dalam terhadap sando dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa mekanisme penggunaan ayat-ayat al- Qur’an dalam pengobatan jampi-jampi yang dilakukan oleh sando, menggunakan ayat-ayat al-Qur’an seperti al-Fa>tih}ah, al-Baqarah, al-Falaq, al-Na>s, al-Ikhla>s}, al- Kaus|ar, Ya>si>n, dan Maryam serta memanfaatkan media seperti air, tumbuhan obat, dan mantra dalam bahasa Mandar. Adapun resepsi masyarakat Desa Betteng ter- hadap penggunaan ayat-ayat al-Qur’an sebagai pengobatan dikategorikan dalam dua bentuk yaitu resepsi eksegesis dan resepsi fungsional. Resepsi eksegesis terlihat dari pemahaman sando terhadap makna ayat-ayat yang digunakan, seperti sebagai doa permohonan kesembuhan, pengusir makhluk gaib. Sementara itu, resepsi fungsional terlihat melalui pemanfaatan ayat-ayat al-Qur’an secara langsung dalam praktik pengobatan jampi-jampi, baik oleh sando sebagai pelaku pengobatan maupun oleh pasien sebagai pihak yang menerima praktik tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah bagi masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka terhadap pentingnya peran ayat-ayat al-Qur’an dalam praktik pengobatan tradisional. Kata Kunci: Jampi-jampi, Ayat al-Qur’an, Pengobatan, Living Qur’an
  • Item
    Konsep Gad}d} al-Bas}ar dalam al-Qur’an Aplikasi Metode Tafsir Esoeklektik
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25) Wardania
    ABSTRAK Nama : Wardania NIM : 30156120018 Program Studi : Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Judul : Konsep Gad}d} al-Bas}ar dalam al-Qur’an Aplikasi Metode Tafsir Esoeklektik Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Gad}d} al-Bas}ar dalam al- Qur’an dengan mengaplikasikan metode tafsir esoeklektik. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa, pandangan mata bisa menjadi awal dari tindakan yang tidak diinginkan, yang kemudian dapat mempengaruhi pikiran dan diakhiri dengan perbuatan dan tindakan. Menundukkan pandangan merupakan bentuk pengendalian diri yang berperan penting dalam menjaga moral dan akhlak. Namun pengaruh lingkungan dan kemajuan media digital membuat penerapannya semakin sulit dilakukan karena kurangnya kesadaran yang menyebabkan lemahnya kontrol diri yang dapat memengaruhi perilaku sehari-hari. sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku individu. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga pandangan dan bagaimana hal tersebut bisa mencegah tindakan yang merugikan. Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan metode tafsir esoeklektik yang berfokus pada pola penulisan tematik terhadap konsep Gad}d} al-Bas}ar dalam al-Qur’an. Penulis yakin bahwa metode ini dapat mengungkap makna ayat-ayat al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dimana seluruh data diperoleh dari sumber- sumber tertulis seperti al-Qur’an, kitab-kitab tafsir serta buku dan referensi lain yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan dan penelusuran berbagai sumber kemudian dilanjutkan menelaah ayat-ayat al- Qur’an yang diperoleh dari literatur yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini yakni konsep Gad}d} al-Bas}ar dalam al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gad}d} al-Bas}ar mengandung makna zahir dan ba>tin. Secara zahir atau eksoteris, dimaknai dengan menundukkan pandangan Sedangakan secara ba>tin atau esoteris adalah memusatkan hati dari hal-hal yang pantas, menjaga hati dari perkara duniawi, hal-hal ghoib dan mistis serta menghindarkan diri dari kesombongan hati agar terhindar dari rasa iri dan dengki. Menahan pandangan membantu seseorang agar terhindar dari penyimpangan seksual, godaan dan pikiran kotor. Sehingga hati menjadi lebih tenang dan bersih dari pikiran negatif atau syahwat yang bisa menodai keimanan. Peneliti berharap, penelitian ini dapat diambil rujukan bagi penelitian-penelitian yang berkaitan dengan penelitian tentang Gad}d} al-Bas}ar yang mengaplikasikan metode tafsir esoeklektik, untuk mengungkap makna zahir dan ba>tin dalam ayat- ayat al-Qur’an.
  • Item
    Interpretasi QS. Luqma>n/31: 18 dalam Tafsir al- Mishba>h dan Implikasinya terhadap Fenomena Gaya Hidup Sosialita
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25) Siti Lilis Afriani
    ABSTRAK Nama : Siti Lilis Afriani NIM : 30156120014 Program Studi : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Judul : Interpretasi QS. Luqma>n/31: 18 dalam Tafsir al- Mishba>h dan Implikasinya terhadap Fenomena Gaya Hidup Sosialita Gaya hidup sosialita yang menampilkan kemewahan, kekayaan dan popularitas telah menjadi bagian dari kehidupan modern. Namun, fenomena ini seringkali melahirkan sikap hedonistik, konsumtif, flexing, dan materialistik. Hal ini dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial dan bertentangan dengan nilai- nilai spiritual yang diajarkan dalam al-Qur’an. Khususnya QS. Luqma>n/31: 18 yang menekankan pentingnya kesederhanaan, kerendahan hati, dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi harta dan kekayaan. Fenomena gaya hidup sosialita termasuk persoalan modern sehingga dibutuhkan pendekatan penafsiran yang dianggap mampu untuk menganalisis isu-isu sosial yang lahir di abad modern ini. Penafsiran M. Quraish Shihab melalui karyanya yang terkenal yakni, tafsir al- Mishba>h banyak merespon dan membahas berbagai persoalan dan aspek kehidupan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji fenomena gaya hidup sosialita dengan menitikberatkan pada interpretasi QS. Luqma>n/31: 18 dalam tafsir al-Mishba>h. Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berbentuk library research dengan model penelitian tafsir tahli>li atau analisis. Model penelitian analisis, dianggap relevan untuk mengungkap makna ayat-ayat al-Qur’an. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan teologis dan sosiologis. Sumber rujukan yang dipakai ada dua, sumber data primer yakni dari kitab-kitab tafsir, khususnya tafsir al- Mishba>h, dan sumber data sekunder yakni dari buku, artikel, jurnal, dan referensi lain yang memiliki kaitan dengan masalah yang dibahas. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dan diurai, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis penafsiran QS. Luqma>n/31: 18 dalam tafsir al-Mishba>h, menekankan pada larangan bersikap sombong yang dimanifestasikan melalui tindakan memalingkan wajah/muka karena meremehkan orang lain (صعرّ ال (dan berjalan dengan angkuh (sebab kegembiraan yang terlalu berlebihan hingga melahirkan keangkuhan) disebut َمَر ًحا dengan . M. Quraish Shihab menegaskan bahwa Allah swt. membenci setiap orang yang sombong dalam perilaku (الَختْ مُ (maupun sombong/membanggakan diri melalui ucapan (خؤرُ َف(. Implikasi terhadap fenomena sosialita menunjukkan bahwa gaya hidup yang berorientasi pada validasi sosial melalui kemewahan dan sikap merasa lebih tinggi dari orang lain sangat bertentangan dengan pesan moral ayat tersebut. Penafsiran ini menjadi kritik sekaligus pedoman bahwa kehormatan seseorang tidak terletak pada atribut materi, melainkan pada adab dan sikap rendah hati (tawaduk) dalam berinteraksi. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa segala yang dimiliki di dunia ini merupakan ciptaan-Nya, milik-Nya, dan kehendak-Nya, segala yang terjadi tidak lepas dari-Nya. Oleh karena itu, seyogyanya sebagai manusia tidak bersikap berlebihan dalam berjalan atau mengarungi kehidupan ini. Dengan memahami nilai-nilai yang diajarkan dalam ayat tersebut, seseorang dapat merefleksikan dan memperbaiki gaya hidup untuk mencapai kebahagiaan sejati dan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Kata Kunci: Gaya Hidup, Sosialita, Tafsir al-Mishba>h
  • Item
    Nilai-nilai Sufistik dalam QS. T{a>ha> (Studi Tafsir al-As@a>s f@i> al-Tafs@i>r Karya Sa‘id Hawwa)
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-02-24) Herlisa
    Nama : HARLISA NIM : 30156120003 Program Studi : : Ilmu al-Qur’an dan Tafsir Judul Nilai-nilai Sufistik dalam QS. T{a>ha> (Studi Tafsir al-As@a>s f@i> al-Tafs@i>r Karya Sa‘id Hawwa) Latar belakang dari penelitian ini dapat dilihat dari perilaku umat Islam yang telah banyak menyimpang dari ajaran al-Qur’an dan hadis, sehingga memengaruhi perilaku seseorang untuk berbuat suatu kejahatan atau kerusakan. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran sufistik sangat penting bagi umat Islam terutama pada nilai-nilainya, sehingga membuat hati dan jiwanya kembali bersih dari segala dosa. Adapun permasalahan yang dikaji dari penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai sufistik pada QS. T{a>ha> dalam kitab al-Asa>s f@i> al-Tafs@i>r karya Sa‘id Hawwa. Kemudian dijabarkan ke dalam sub-sub masalah berikut: (1) Bagaimana klasifikasi nilai-nilai sufistik yang terkandung dalam QS. T{a>ha> berdasarkan kitab al-Asa>s f@i> al-Tafs@i>r . (2) Bagaimana relevansi nilai-nilai sufistik pada era modern. Untuk menjawab segala permasalahan di atas, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i (tematik). Model penelitian ini dianggap relevan karena menganalisis serta memahami isi al-Qur’an dengan berdasar pada tema maupun topik tertentu. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berdasar pada kepustakaan (library research), dan data-datanya bersumber dari data primer, berupa al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir kemudian data sekunder berupa buku, jurnal dan referensi lain yang relavan. Selanjutnya, pengumpulan datanya dilakukan dengan melalui pembacaan dan penelusuran dari berbagai sumber terkait dengan penelitian yang dikaji yaitu nilai-nilai sufistik dalam al- Qur’an, terkhusus pada QS. T{a>ha>. Hasil dari penelitian ini, dijelaskan bahwa nilai-nilai sufistik yang ditemukan oleh penulis dalam QS. T{a>ha> pada kitab al-Asa>s f@i> al-Tafs@i>r terdiri dari makrifatullah, tawakal, zikir, fana’, qurb, sabar, syukur dan adil. Adapun relevansi dari nilai-nilai tersebut dalam kehidupan modern adalah untuk membantu seseorang berpikir jernih, bersikap positif, berlaku adil dan menjaga hubungan antar manusia terlebih hubungan dengan Allah swt. Implementasi dari nilai-nilai tersebut dimulai dengan menanamkan kecintaan kepada Allah, menumbuhkan kesadaran akan kehadiran Allah, menjalani hidup yang sederhana dan mendidik hati agar senantiasa mengingat bahwa Allah swt. selalu mengawasi setiap gerak gerik hamba-hamba-Nya sehingga hati dan jiwanya bersih dari segala dosa dan perbuatan maksiat. Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi kehidupan modern. Kata Kunci: Sa‘id Hawwa al-Asa>s fi> al-Tafsi>r, Sufistik
  • Item
    Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar
    (Repository STAIN MAJENE, 2026-02-24) Harianti
    ABSTRAK Nama : HARIANTI NIM : 30156118028 Program Studi : Ilmu al-Qur‟an dan Tafsir Judul : Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar Tradisi pembacaan selawat badar adalah tradisi dari Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang yang dilaksanakan setiap hari tiap selesai salat duha, tradisi tersebut wajib diikuti oleh para ustadz dan ustdzah serta para santri yang bermukim di Pondok Pesantren. Tradisi ini merupakan salah satu wujud dari sebuah praktik keagamaan yang dilaksanakan para santri dan ustadz ustadzah dalam sebuah pesantren, yang memiliki makna penting bagi pengamalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan sumber data, data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Obyek penelitian ini adalah santri Pondok DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar serta ketua asrama dan para Pembina Pondok yang bermukim di Pondok Pesantren. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui latar belakang tradisi pembacaan selawat badar, prosesi pelaksanaan pembacaan selawat badar, pemaknaan tradisi pembacaan selawat badar sesuai dengan pemaknaan QS. Al- Ahzab ayat 56, serta dampak dari tradisi pembacaan selawat badar. Dari penelitian tersebut dapat penulis simpulkan bahwa tujuan rutinitas pembacaan selawat badar ini merupakan dari dasar rahmatallil „ālamīn, serta merupakan rutinitas untuk membentuk kecintaan kepada Rasulullah Saw. Selawat memiliki landasan kuat sebagamiana dalam QS. Al-Ahzab/33:56, yang menjelaskan bahwa Allah dan Malaikat-malaikat-Nya selalu berselawat untuk Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi, sebagaimana yang telah Allah dan Malaikat-Nya lakukan. Ada pun pelaksanaannya terbagi dalam tiga tahap. Pertama, tahap persiapan : bersuci, salat duha berjamaah dan baca doa. Kedua, tahap pelaksanaan : membaca istigfar terlebih dahulu, kemudian membaca selawat badar. Ketiga, tahap akhir : pembacaan doa. Dalam tradisi tersebut tentunya membawa dampak yang banyak kepada pembacanya, di antaranya yaitu membuat para jama‟ah menimbulkan dan menambah rasa cinta kepada Rasulullah, menimbulkan rasa damai, dan tenteram bagi jama‟ahnya dan masih banyak lagi dampak yang dapat diterima dalam tradisi pembacaan selawat badar tersebut. Dan tentunya tidak ada satu pun dampak negative yang di dapat dalam tradisi tersebut, karena memang tujuan utama dari pembacaan selawat tersebut itu sangatlah positif.