KOMPARASI TRADISI TAHLILAN DAN MAKKALIMA TO MATE (TINJAUAN DAKWAH KULTURAL)

No Thumbnail Available
Date
2025-02-20
Authors
MAHAMUDDIN
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK Nama : MAHAMUDDIN NIM : 30356119053 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Komparasi Tradisi Tahlilan dan Makkalima to Mate (Tinjauan Dakwah Kultural) Penelitian ini membahas perbandingan tradisi tahlilan dan makkalima to mate dari aspek asal-usul, praktik pelaksanaan, serta makna dalam konteks dakwah kultural di Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif dan dakwah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan sumber utama tokoh agama dan budayawan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan pada kedua tradisi. Dari segi asal-usul, keduanya diserukan oleh Syekh Muhammad Ali pada abad ke-17 M di Desa Bonde, tetapi tahlilan lebih dulu diterapkan, sedangkan makkalima to mate mulai dilakukan pertengahan abad ke-17 M untuk melanjutkan bacaan kalimat tauhid bagi jenazah. Dari segi praktik, kedua tradisi dilakukan dalam konteks kematian dan melibatkan bacaan kalimat tauhid, tetapi tahlilan dilaksanakan pada malam-malam tertentu, sedangkan makkalima to mate dilakukan saat jenazah masih ada dan dapat berlanjut atas permintaan keluarga. Dari segi makna, keduanya bertujuan mengagungkan kalimat tauhid dan memohon ampunan bagi almarhum, tetapi tahlilan memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan, sementara makkalima to mate dimaknai sebagai amal jariah bagi almarhum serta memberi semangat bagi keluarga. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya peran tokoh agama, masyarakat, dan budaya dalam melestarikan tradisi ini serta menyampaikan nilai sejarah dan dakwahnya kepada generasi penerus. Kedua tradisi bertujuan menghormati dan mendoakan jenazah melalui pendekatan kultural dan memberikan pemahaman akan keniscayaan kematian. Kata kunci : Tradisi, Tahlilan, Makkalima to Mate, Dakwah Kultural
Description
Keywords
Citation