Kesehatan Lingkungan dalam Al-Qur‘a>n (Metode Tafsir maud{u>’i>)
Kesehatan Lingkungan dalam Al-Qur‘a>n (Metode Tafsir maud{u>’i>)
No Thumbnail Available
Date
2026-05-23
Authors
Kurnia
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
NIM
Judul
: KURNIA
: 30156119037
Program Studi : Ilmu Al-Qur‘a>n dan Tafsir
: Kesehatan Lingkungan dalam Al-Qur‘a>n (Metode Tafsir maud{u>’i>)
Skripsi ini membahas tentang kesehatan lingkungan dalam al-Qur‘a>n.
kesehatan lingkungan dapat didefinisikan sebagai keadaan lingkungan yang
mampu menjaga keseimbangan ekologi yang selalu berubah antara manusia dan
lingkungannya, dengan tujuan untuk mendukung pencapaian kualitas hidup
manusia yang sehat dan bahagia, dalam pengertian ini, fokus utama dari kesehatan
lingkungan adalah bahwa pencapaian tujuan kesehatan masyarakat yang sehat dan
sejahtera dapat terwujud jika lingkungan berada dalam kondisi yang sehat.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif atau library
research. Pengumpulan data pada penelitian ini merujuk pada kepustakaan
(library research), penulis menggunakan metode maud{u>’i> dengan cara
mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan yang
berfokus pada kesehatan individu serta pandangan ulama tentang kesehatan
lingkungan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan lingkungan di
dalam al-Qur’an dapat berpengaruh pada kesehatan individu. Dalam al-Qur‘a>n
konsep kebersihan dikenal dengan istilah tah}a>rah. Menjaga kebersihan merupakan
pondasi dari kesehatan dan Salah satu sarana yang sangat ditekankan oleh Islam
dalam menjaga kesehatan adalah menjaga kebersihan. Ayat yang menyebutkan
tentang kebersihan (tah}a>rah), tersebut menyangkut berbagai masalah kebersihan
yakni: kebersihan jasmani dan rohani, kebersihan tempat, kebersihan pakaian,
kebersihan makanan, kebersihan badan, dan kebersihan lingkungan.
Kebersihan separuh dari iman, hadis ini merupakan salah satu dasar
penting dalam Islam yang menunjukkan tingkat pentingnya kebersihan dalam
agama ini. Hal ini begitu signifikan sehingga Islam memasukkannya sebagai
bagian yang tak terpisahkan dari iman. Konsep "kebersihan separuh dari iman"
yang dalam pandangan mayoritas ulama adalah bahwa pahala bersuci berlipat
hingga mencapai sebagian pahala dari iman. Dengan kata lain, seseorang yang
tidak dapat mempertahankan kebersihan masih belum mencapai tingkat
kesempurnaan dalam keimanannya.
Kata Kunci: Al-Qur’a>n, Kesehatan Lingkungan, Tafsir Maud}u>’i