Relevansi Teori But}u>n al-Sab’ah dalam Studi Tafsir (Studi Analisis Kitab ‘Ain al-Haya>h} Karya ‘Ala>’ al-Daulah al-Simna>ni>)
Relevansi Teori But}u>n al-Sab’ah dalam Studi Tafsir (Studi Analisis Kitab ‘Ain al-Haya>h} Karya ‘Ala>’ al-Daulah al-Simna>ni>)
No Thumbnail Available
Date
2026-05-24
Authors
Ahmad Jihad
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
Nim
: Ahmad Jihad
: 30156121002
Program Studi : Ilmu al-Qur’an dan Tafsir
Judul
: Relevansi Teori But}u>n al-Sab’ah dalam Studi Tafsir (Studi
Analisis Kitab ‘Ain al-Haya>h} Karya ‘Ala>’ al-Daulah al-Simna>ni>)
Sebagai upaya untuk memahami dan menerangkan makna yang terkandung
dalam ayat-ayat al-Qur’an, tafsir telah berkembang dengan sangat dinamis dan
beragam. Keberagaman pendekatan dan corak dalam penafsiran al-Qur’an
merupakan sesuatu yang tidak terelakkan seiring dengan berkembangnya zaman.
Salah satu corak penafsiran al-Qur’an adalah corak sufistik atau yang juga dikenal
dengan tafsir isya>ri>.. Salah satu toko tafsir yang berkecimpung dalam dunia tafsir
sufi adalah ‘Ala>’ al-Daulah al-Simna>ni>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana konsep teori but}u>n al-sab‘ah yang digagas oleh al-Simna>ni dan
bagaimana relevansinya terhadap perkembangan studi tafsir. Menurut penulis, hal
demikian perlu diperjelas kembali, bagaimana kontribusi teori but}u>n al-Sab’ah
dalam studi tafsir. Sehingga dalam penelitian ini penulis membahas bagaimana
relevansi teori but}u>n al-sab’ah dalam studi tafsir.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan
menggunakan pendekatan tafsir isya>ri>. Jenis penelitian ini adalah kualitatif
berbasis studi kepustakaan (library research) dengan sumber data meliputi kitab
‘Ain al-H{aya>h, kitab tafsir, literatur akademik, dan penelitian terdahulu yang
relevan.
Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, al-Simna>ni>
menawarkan konsep but}u>n al-sab’ah dengan tujuh tingkatan lat}>ifah. Ketujuh
tingkatan lat}i>fah tersebut adalah [1] al-lat}i>fah al-qa>labiyyah, [2] al-lat}i>fah al
nafsiyyah, [3] al-lat}i>fah al-qalbiyyah, [4] al-lat}i>fah al-siriyyah, [5] al-lat}i>fah al
ru>h}iyyah, [6] al-lat}i>fah al-khafiyyah, [7] al-lat}i>fah al-h}aqqiyyah. Kedua, Teori
but}u>n al-sab’ah ini relevan dengan studi tafsir. Sebab, teori ini memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan metode tafsir dalam beberapa
aspek yaitu; [1] teori ini memberikan cara pandang yang menyeluruh dalam
memahami al-Qur’an, [2] teori ini menambahkan kekayaan metodologi penafsiran
al-Qur’an dengan memberikan panduan yang jelas untuk memahami al-Qur’an, [3]
teori ini dapat memecahkan masalah yang sering terjadi dalam kajian al-Qur’an,
yaitu pertentang antara pendekatan rasional dan pendekatan spiritual.
Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai penambah khazanah makna al
Qur’an. Penelitian ini juga berfungsi sebagai sumber pelajaran berharga bagi
masyarakat luas, meskipun pada hakikatnya sasaran utama dari tafsir ini adalah
orang-orang yang sedang menjalani perjalanan spiritual atau mendalami ilmu
tasawuf. Akan tetapi, bukan berarti orang-orang biasa yang tidak menekuni bidang
tasawuf tidak bisa mengambil manfaat dari tafsir isya>ri>.
Kata kunci: Relevansi, but}u>n al-sab‘ah, studi tafsir