PENCEGAHAN STUNTING DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TAHLILI QS. AL-MA’IDAH/5: 88)
PENCEGAHAN STUNTING DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN TAHLILI QS. AL-MA’IDAH/5: 88)
No Thumbnail Available
Date
2023
Authors
MUSDALIFAH
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
STAIN MAJENE
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji penafsiran QS. al-Ma>’idah/5: 88 dengan menggunakan metode analisis tah}li>li>, untuk mendapatkan pencegahan terhadap masalah stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak yang menjadi salah satu masalah besar di Indonesia. Stunting dapat mengakibatkan anak memiliki keterbelakangan mental serta kurangnya kemampuan kognitif akibat pertumbuhan yang tidak berjalan normal. Terhambatnya pertumbuhan seorang anak dapat mengakibatkan otak juga ikut mengalami keterhambatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian tentang makanan dalam al-Qur’an agar mendapatkan pencegahan atas penyakit kekurangan gizi, salah satunya stunting. Agar tidak semakin banyak generasi yang mengalami perhambatan pertumbuhan sehingga dapat menciptakan generasi emas untuk Indonesia.
Untuk melakukan pengkajian terhadap masalah stunting dan pencegahan yang dapat ditemukan dalam QS. al-Ma>’idah/5: 88, penulis menggunakan teori perubahan sosial ekuilibrium sebagai sudut pandang dalam melihat hubungan antara faktor penyebab stunting dan pencegahan yang dapat diambil dari QS. al-Ma>’idah/5: 88 berdasarkan hasil analisis metode tah}li>li> yang ditempuh dalam mengkaji ayat tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mengatasi stunting, Allah swt. telah memerintahkan kepada manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal lagi baik. Bahkan jauh sebelum stunting itu marak di tengah-tengah masyarakat, agama Islam telah mengajarkan demikian. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi terjadinya stunting adalah karena pola makan, baik ibu maupun anak tidak lagi memperhatikan gizi yang terkandung pada makanan yang dikonsumsi. Hal ini terjadi akibat adanya perubahan gaya hidup dalam sektor masyarakat. Masyarakat hari ini lebih banyak mengejar kemewahan dan tren (termasuk dalam hal makanan), tanpa mempertimbangkan baik-buruknya terhadap kehidupan, khususnya terhadap kesehatan. Oleh karena itulah, QS. al-Ma>’idah/5: 88 mengandung perintah untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi, serta seluruh aktivitas yang dilakukan. Ditekankan agar aktivitas yang dilakukan, termasuk aktivitas mencari rezeki dalam memenuhi kebutuhan pangan dilakukan dengan cara-cara yang halal dan t}ayyib.
Pencegahan terhadap stunting dapat dilakukan sedikit demi sedikit dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dimulai dari kesadaran akan pentingnya memperhatikan kesehatan tubuh, memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi, memperhatikan kebersihan lingkungan, hingga memperhatikan kehalalan segala aktivitas yang dilakukan dalam menjalani kehidupan.