The Interaction of Islam and Culture and The Values of Islamic Education in The ‘Mangonggo’ Tradition In Batetangnga Village

No Thumbnail Available
Date
2024-12
Authors
Suddin Bani
Burhanuddin
Aan Setiawan
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN Majene
Abstract
Artikel ini membahas tentang tradisi Mangonggo oleh masyarakat suku Pattae merupakan hasil dari interaksi antara budaya lokal dan ajaran Islam di Batetangnga. Mangonggo durian merupakan kegiatan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Batetangnga saat panen buah melimpah.Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam. Perkembangan zaman dan pengaruh pragmatisme, serta perbedaan pandangan agama, telah menimbulkan kekhawatiran terkait pelestarian tradisi ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana peneliti sebagai instrumen utama mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara untuk memahami tantangan pelestarian tradisi Mangonggo. Subjek dalam penelitian kualitatif bersifat Purposive. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi Mangonggo durian merupakan hasil dari interaksi budaya dan agama Islam pada masyarakat Batetangnga. Hal ini tergambar pada penggunaan simbol dan instrumen keagamaan dalam proses pelaksanaannya seperti mesjid sebagai pusat informasi, pemanjatan doa dengan menggunakan teks keagamaan, pergeseran paradigma masyarakat, serta pelibatan tokoh agama. Selain itu tradisi Mangonggo sebagai hasil interaksi agama dan budaya mengandung banyak nilai-nilai pendidikan Islam di dalamnya seperti rasa syukur, ikhlas, jujur, rendah hati, dan gotong royong. Pelestarian budaya lokal seperti tradisi Mangonggo merupakan sebuah alternatif dalam menyiarkan Islam bagi Masyarakat Desa Batetangnga dan ini sudah menjadi komitmen pemerintah dalam program moderasi beragama yang terdapat dalam salah satu pilar yaitu akomodatif terhadap budaya lokal
Description
Keywords
Citation