KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM
KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT KI HADJAR DEWANTARA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM
No Thumbnail Available
Date
2024-10-22
Authors
IRA RISWANA
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN Majene
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pendidikan
keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan pendidikan
Islam, dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis isi, yaitu
mengungkapkan, memahami, dan menangkap suatu karya, serta metode ini
bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi secara tertulis dan
tercetak dalam media massa. Maka dari itu, jenis penelitian ini lebih difokuskan
pada penelitian kepustakaan (library Research), penelitian yang datanya berasal
dari perpustakaan, baik berupa buku, kamus, jurnal, dokumen, majalah dan lain
sebagainya dengan membaca, menelaah, dan mengkaji buku-buku dan sumber
tulisan yang erat dengan masalah yang diangkat.
Hasil penelitian yang penulis temukan dengan konsep pendidikan Islam
dalam keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan
pendidikan Islam adalah bahwa keluarga merupakan titik utama dan memiliki
posisi yang paling penting dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan khususnya
pendidikan Islam. Keluarga juga merupakan pusat pendidikan yang menuntut
adanya pendidikan individual dan pendidikan sosial bagi anak-anak harus ada di
lingkungan keluarga, alam keluarga adalah tempat terbaik berlangsungnya sebuah
pendidikan, karena lingkungan keluarga tempat pertama kalinya pendidikan
diberikan oleh orang tua. Pendidikan keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara
sangat relevan dengan pendidikan Islam. Anak lahir dalam keadaan fitrah yaitu
kondisi awal yang suci dan berkecenderungan kepada kebaikan (hanif). Tetapi
secara pengetahuan ia belum tahu apa-apa. Kendatipun demikian, modal dasar
bagi pengembangan pengetahuan dan sikapnya telah diberikan Allah, yaitu berupa
alat indera, akal dan hati. Lingkungan terdekat dengan anak pada saat itu adalah
orang tua di lingkungan keluarga yang potensial untuk mengarahkannya kepada
ideologi apapun. Sedangkan Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa basic
pendidikan bagi anak adalah keluarga.