Terapi Feeling Worthless dalam al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Tematik)
Terapi Feeling Worthless dalam al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir Tematik)
No Thumbnail Available
Date
2026-05-24
Authors
Anisa Qurratuain
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
Nim
: Anisa Qurratuain
: 30156121053
Program studi : Ilmu al-Qur’an dan Tafsir
Judul
: Terapi Feeling Worthless dalam al-Qur’an (Studi Analisis Tafsir
Tematik)
Salah satu pengaruh dari ketidakseimbangan mental dan emosional yaitu
feeling worthless (perasaan tidak berharga). Perasaan tersebut dapat membuat
seseorang merasa putus asa dan meyakini bahwa dirinya tidak memiliki nilai.
Menurut penulis, hal demikian tentunya memerlukan perhatian khusus untuk
dikaji lebih dalam lagi untuk menyelesaikan problem feeling worthless yang
terjadi dikalangan manusia.
Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik untuk mengeksplorasi
secara mendalam tema terapi feeling worthless dalam al-Qur’an melalui
pendekatan psikologi perkembangan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif
berbasis studi kepustakaan dengan sumber data meliputi al-Qur’an, kitab tafsir,
literatur akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data
dilakukan melalui tahapan: pengumpulan ayat terkait tema, analisis makna dan
konteks ayat dengan perspektif psikologi perkembangan, serta sintesis konsep
terapeutik untuk menghasilkan kesimpulan komprehensif.
Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayat yang terkait dengan
terapi feeling worthless terdapat dalam QS. al-Baqarah/2:152, QS. al
Baqarah/2:286, QS. Ali Imra>n/3:139, QS. Yunus/10:57, QS. Yusuf/12:87, QS. al
Isra>’/17:70, QS. al-Zumar/39:53 dan QS. al-Insyirah/94:5-6. Berdasarkan hasil
analisis dari ayat tersebut, terdapat lima poin yang al-Qur’an tawarkan menjadi
terapi feeling worthless yaitu; (1) Meyakini bahwa manusia diciptakan sebagai
makhluk yang mulia, (2) meyakini bahwa setiap ujian disesuaikan dengan
kemampuan yang Allah berikan, (3) jangan berlarut-larut dalam kesedihan, (4)
hindari sikap berputus asa dan tetaplah berusaha, (5) percayalah bahwa rahmat
Allah selalu tersedia untuk hamba-Nya, dan (6) meyakini bahwa setelah
kesulitan, kemudahan pasti akan datang. Integrasi pendekatan psikologis dan al
Qur’an menunjukkan relevansi mendalam. Psikologi humanistik yang
menekankan nilai bawaan manusia selaras dengan konsep khalifah dalam al
Qur’an, konsep self-acceptance relevan dengan ajaran tawakal dan optimalisasi
potensi diri, serta terapi harapan sejalan dengan konsep rahmat dan kemudahan.
Integrasi ini memperkaya pemahaman holistik kesejahteraan psikologis dan
spiritual manusia.
Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman mengenai
bagaimana al-Qur’an menawarkan terapi feeling worthless dengan melihat dari
penjelasan para ulama tafsir. Penelitian ini juga merupakan upaya untuk
meningkatkan kesadaran manusia terkait penanganan feeling worthless sehingga
manusia dapat menghadapi fenomena tersebut dengan tenang.
Kata Kunci: Terapi, Feeling Worthless, al-Qur’an, Tematik.