DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 6 MAJENE (STUDI KASUS) PADA PESERTA DIDIK “MR”
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 6 MAJENE (STUDI KASUS) PADA PESERTA DIDIK “MR”
No Thumbnail Available
Date
2025-02-21
Authors
SARMILA
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN Majene
Abstract
Latar belakang masalah yang dikaji dalam penelitian ini terdapat peserta didik
yang di duga mengalami kesulitan belajar. Hal tersebut tampak dengan keadaan peserta
didik yang menunjukkan gejala kesulitan dalam proses belajar dan nilai peserta didik
masih di bawah rata-rata dan belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Subjek penelitian adalah peserta didik yang berinisial “MR” di SMP
Negeri 6 Majene, yang diduga mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi,
observasi, wawancara dengan guru mata pelajaran, dan peserta didik. Analisis data
dilakukan melalui pengmpulan data, reduksi data, penyajian data, serta menarik
kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik “MR” mengalami bentuk
kesulitan belajar dalam memahami materi dasar seperti membaca Al-Qur’an, kesulitan
mengingat dan menerapkan pengetahuan, kurangnya motivasi dan sikap acuh,
kesulitan konstentrasi, sikap pasif terhadap tantangan serta kurangnya manajemen
waktu dan belajar di rumah. Kesulitan ini ditandai dengan rendahnya hasil belajar
peserta didik dan sikap kurang aktif dalam proses pembelajaran. Faktor penyebab
kesulitan belajar “MR” meliputi faktor internal, seperti rendahnya minat dan kurangnya
motivasi belajar, kurangnya pemahaman dasar, kurangnya konsentrasi, kebiasaan
belajar yang tidak efektif, dan kurangnya percaya diri. Sedangkan faktor eksternal,
seperti kurangnya perhatian orang tua/kurangnya dukungan belajar di rumah,
penggunaan teknologi yang membuat peserta didi malas belajar, lingkungan belajar
yang kurang kondusif, metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhan
peserta didik, serta minimnya sumber belajar