IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 10 DI SMA NEGERI 2 MAJENE
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS 10 DI SMA NEGERI 2 MAJENE
No Thumbnail Available
Date
2024-05-27
Authors
YULIANTI
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama : Yulianti
NIM : 10156119079
Program Studi : Pendidikan Agama Islam (PAI)
Judul : Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas 10 di SMA Negeri 2 Majene.
Penelitian ini membahas terkait implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Majene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran dan asesmen berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Majene. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian kualitatif ini akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Selanjutnya, dalam mengecek keabsahan data melalui teknik triangulasi yang telah diperoleh dari berbagai sumber. Adapun sumber penelitian ini yakni Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang terjadi di SMA Negeri 2 Majene sudah berpusat pada peserta didik dan terlaksana dengan baik, meskipun masih memerlukan banyak penyempurnaan karena pihak yang terkait masih dalam proses penyesuaian. Hal tersebut terlihat dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan asesmen. Dalam proses perencanaan hal yang pertama dilakukan adalah menganalisis capaian pembelajaran yang disesuaikan dengan fasenya. Kemudian merumuskan tujuan pembelajaran dan membuat alur tujuan pembelajaran sehingga dapat menentukan modul ajar. Dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik meskipun tidak dilaksanakan dalam satu pertemuan tetapi bergantian setiap pekan karena guru masih sulit untuk mengontrol aktivitas belajar peserta didik yang berbeda-beda. Pada asesmen pembelajaran, guru menggunakan asesmen diagnostik, formatif dan sumatif.
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang baru diterapkan dan belum semua lembaga pendidikan menerapkan kebijakan ini sehingga para guru masih kekurangan referensi terkait pembelajaran berdiferensiasi yang membuat pemahaman guru terkait kurikulum merdeka belajar belum utuh
Keyword: Berdiferensiasi, merdeka belajar, diagnostik, formatif, sumatif