Persepsi Sastrawan dan Budayawan terhadap Pesan Dakwah “Kuburan Puisi di Sudut Surau” Karya Nurdahlan Jirana
Persepsi Sastrawan dan Budayawan terhadap Pesan Dakwah “Kuburan Puisi di Sudut Surau” Karya Nurdahlan Jirana
No Thumbnail Available
Date
2026-06-02
Authors
Indah Nur Auliya
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama : Indah Nur Auliya
NIM : 30356120018
Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Judul : Persepsi Sastrawan dan Budayawan terhadap Pesan Dakwah
“Kuburan Puisi di Sudut Surau” Karya Nurdahlan Jirana
Arus globalisasi menyebabkan krisis makna hidup, sehingga diperlukan
dakwah yang kreatif dan menggugah emosi serta intelektual setiap manusia. Puisi hadir
sebagai media yang menyampaikan pesan secara reflektif. Penelitian ini menganalisis
buku Kuburan Puisi di Sudut Surau karya Nurdahlan Jirana dengan tujuan mengungkap
persepsi dan bentuk pesan dakwah para sastrawan dan budayawan pada suatu karya.
Untuk menjawab permasalahan ini, metodologi yang diterapkan adalah studi
kualitatif bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara untuk menggali
persepsi informan dan studi dokumentasi puisi untuk menelaah teks. Setelah itu,
seluruh data yang terkumpul dianalisis untuk menemukan makna yang terkandung.
Selanjutnya, dari data tersebut diambil kesimpulan penelitian.
Hasil penelitian ini menemukan perbedaan persepsi para informan terhadap
buku Kuburan Puisi di Sudut Surau, di mana informan sastrawan melakukan
pembacaan analitis tekstual sementara informan budayawan melakukan interpretasi
kontekstual kultural, yang menegaskan kekayaan makna dan keragaman tafsir atas
karya tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap tiga pesan dakwah dalam
buku tersebut yaitu akidah, syariah, dan akhlak yang dipersepsikan sastrawan dan
budayawan, disampaikan melalui metode bil qalam dengan pendekatan sufistik dan bil
hikmah yang mengajak perenunga
n spiritual.
Melalui penelitian ini, peneliti berharap karya sastra seperti Kuburan Puisi di
Sudut Surau dapat diterapkan sebagai media perenungan spiritual, terutama dalam
menyampaikan nilai-nilai keislaman secara mendalam. Puisi-puisi bernuansa religius
ini dapat digunakan dalam kegiatan pengajian, diskusi sastra, atau pendidikan agama
untuk meningkatkan pemahaman moral maupun spiritual. Sehingga, sastra tidak hanya
berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai
Islam dalam kehidupan masyarakat.
Kata Kunci : Persepsi, Sastrawan, Budayawan, Pesan Dakwah, Puisi.