Tafsir Audiovisual: Interpretasi Nusyu>z Perspektif Ahmad Sarrwat pada Channel Youtube Rumah Fikih.

No Thumbnail Available
Date
2026-05-24
Authors
Mi’raj
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama NIM Program Studi Judul ABSTRAK : Mi’raj : 30156121005 : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir : Tafsir Audiovisual: Interpretasi Nusyu>z Perspektif Ahmad Sarrwat pada Channel Youtube Rumah Fikih. Isu mengenai nusyūz dalam QS. al-Nisa ayat 34 dan 128 sering menjadi perdebatan, terutama terkait legitimasi pemukulan terhadap istri serta ketidaksetaraan penyelesaian nusyūz antara suami dan istri. Perbedaan penafsiran klasik dan kontemporer, ditambah maraknya diskursus di media sosial, menunjukkan perlunya kajian baru terhadap tafsir audiovisual. Penelitian ini berfokus pada interpretasi Ahmad Sarwat dalam dua video pengajian pada kanal YouTube Rumah Fikih Indonesia yang membahas nusyūz. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman Ahmad Sarwat terhadap ayat-ayat tersebut serta mengeksplorasi strategi retorika dan persuasi yang digunakannya dalam memengaruhi audiens. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis retorika dan persuasi menurut Jeanne Fahnestock. Data primer berupa tayangan tafsir QS. al-Nisa/4:34 dan QS. al-Nisa/4:128, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait tafsir audiovisual, nusyūz, dan retorika. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan teknik analisis konten, mencakup identifikasi gaya bahasa, argumen, serta ideologi keagamaan yang dibangun Ahmad Sarwat. Penelitian ini diharapkan memperluas khazanah tafsir kontemporer, sekaligus menjadi rujukan untuk mengembangkan komunikasi dakwah yang rasional, kredibel, dan humanis melalui media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi tafsir audiovisual Ahmad Sarwat mengenai nusyūz merupakan integrasi sistematis antara otoritas literatur klasik dan adaptasi media digital yang interaktif melalui alur yang terukur, mulai dari pembacaan ayat, pembedahan kosakata, hingga komparasi lintas mazhab. Dengan mengorkestrasi kekuatan logos melalui argumen deduktif dan analogi kontemporer seperti "digital nusyūz", Ethos melalui kredibilitas karya literatur mandiri yang berbasis kitab turāṡ, serta pathos melalui pendekatan psikologis yang empatik dan suasana spiritual yang khidmat, Ahmad Sarwat berhasil mentransformasikan ayat ayat sensitif mengenai nusyūz menjadi penjelasan yang rasional dan solutif. Strategi retorika ini tidak hanya menjaga integritas ilmiah penafsiran, tetapi juga efektif dalam mempromosikan sikap moderat (wasaṭiyyah) dalam menghadapi dinamika problematika rumah tangga di era modern. Kata kunci: Audiovisual, nusyūz}, Ahmad Sarwat, Rumah Fikih.
Description
Keywords
Citation