Implementasi Dakwah Tadbīr dan Taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Cabang Majene
Implementasi Dakwah Tadbīr dan Taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Cabang Majene
No Thumbnail Available
Date
2026-06-09
Authors
Sahril
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Penelitian ini membahas terkait pelaksanaan dakwah tadbīr dan taṭwīr yang
dilakukan oleh Rumah Qur’an Violet (RQV) Majene. Adapun pokok permasalahan
atau pertanyaan penelitian yakni: 1) Bagaimana implementasi dakwah tadbīr di
Rumah Qur’an Violet Majene. 2) Bagaimana implementasi dakwah taṭwīr di
Rumah Qur’an Violet Majene. 3) Bagaimana dakwah tadbīr dan taṭwīr di Rumah
Qur’an Violet Majene dalam perspektif teori sistem komunikasi organisasi. Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis penerapan dakwah tadbīr dan taṭwīr serta
implikasinya terhadap efektivitas aktivitas dakwah di RQV Majene.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan
melibatkan pengurus, relawan serta santri Rumah Qur’an Violet Majene sebagai
informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dakwah tadbīr di RQV
Majene telah berjalan secara sistematis melalui pengelolaan organisasi yang
terstruktur. Sementara implementasi dakwah taṭwīr diwujudkan dalam berbagai
program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif terhadap penguatan
kelembagaan dan respons masyarakat terhadap kegiatan dakwah. RQV Majene juga
dipahami sebagai sistem terbuka dalam perspektif komunikasi organisasi, di mana
lembaga ini menerima masukan atau input seperti dukungan masyarakat serta
kebutuhan sosial di sekitarnya. Masukan tersebut dikelola melalui komunikasi
internal antarpengurus, pembagian peran atau tugas, serta perencanaan program.
Proses tersebut kemudian menghasilkan program dakwah pemberdayaan sebagai
bentuk output organisasi. Dalam hal ini dakwah tadbīr berfungsi menjaga
keteraturan manajemen organisasi sedangkan dakwah taṭwīr mencerminkan
kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap dinamika lingkungan
atau kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini dapat berimplikasi terhadap penguatan tata kelola lembaga
dakwah yang sistemastis serta pengembangan program pemberdayaan yang
responsif terhadap kebutuhan masyarakat.