Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Majene Dalam Membangun Citra Daerah Religius Melalui Pengembangan Potensi Wisata
Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Majene Dalam Membangun Citra Daerah Religius Melalui Pengembangan Potensi Wisata
No Thumbnail Available
Date
2026-05-23
Authors
Siti Fiqriah. M
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama :
NIM :
Siti Fiqriah. M
30356121011
Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Judul :
Strategi
Komunikasi Dinas Pariwisata Majene Dalam
Membangun Citra Daerah Religius Melalui Pengembangan
Potensi Wisata
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan
oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene dalam membangun
citra daerah religius melalui pengembangan potensi wisata, serta mengidentifikasi
aspek-aspek strategi komunikasi yang perlu dioptimalkan dalam memperkuat citra
religius daerah melalui sektor pariwisata.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan
pendekatan studi kasus, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam
dengan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tokoh agama, serta masyarakat,
dan didukung oleh studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif
untuk memahami proses komunikasi, perancangan pesan, media yang digunakan,
serta persepsi masyarakat terhadap citra religius Kabupaten Majene.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Majene dalam membangun citra daerah religius
dilaksanakan melalui penentuan sasaran utama promosi wisata religius,
perancangan pesan promosi yang bersifat informatif, persuasif, dan edukatif,
pengembangan konten yang menonjolkan nilai-nilai keislaman lokal, pemanfaatan
media dan saluran komunikasi digital seperti media sosial dan website resmi, serta
keterlibatan komunikator yang meliputi pemerintah daerah, tokoh agama dan
masyarakat. Strategi tersebut terintegrasi dengan penyelenggaraan kegiatan
keagamaan dan budaya sehingga membentuk persepsi Majene sebagai daerah
yang religius secara kultural. Namun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan
bahwa strategi komunikasi tersebut masih perlu dioptimalkan, terutama pada
aspek perencanaan strategis, konsistensi dan integrasi pesan antar media,
penguatan branding dan citra daerah religius, pemanfaatan media dan teknologi
komunikasi secara berkelanjutan, peningkatan peran komunikator, serta
pengelolaan hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan komunikasi pariwisata.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi berbasis nilai
religius berperan penting dalam memperkuat citra daerah dan mendukung
pariwisata berkelanjutan. Secara praktis, temuan ini menjadi rujukan bagi
pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan komunikasi pariwisata yang
terarah dan partisipatif. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian
komunikasi dan penyiaran Islam, khususnya dalam konteks pariwisata religius.
Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Citra Daerah, Wisata Religi, Komunikasi
Pariwisata, Kabupaten Majene.
xx