Interpretasi QS. Luqma>n/31: 18 dalam Tafsir al- Mishba>h dan Implikasinya terhadap Fenomena Gaya Hidup Sosialita

No Thumbnail Available
Date
2026-02-25
Authors
Siti Lilis Afriani
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK Nama : Siti Lilis Afriani NIM : 30156120014 Program Studi : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Judul : Interpretasi QS. Luqma>n/31: 18 dalam Tafsir al- Mishba>h dan Implikasinya terhadap Fenomena Gaya Hidup Sosialita Gaya hidup sosialita yang menampilkan kemewahan, kekayaan dan popularitas telah menjadi bagian dari kehidupan modern. Namun, fenomena ini seringkali melahirkan sikap hedonistik, konsumtif, flexing, dan materialistik. Hal ini dapat berdampak negatif pada kehidupan sosial dan bertentangan dengan nilai- nilai spiritual yang diajarkan dalam al-Qur’an. Khususnya QS. Luqma>n/31: 18 yang menekankan pentingnya kesederhanaan, kerendahan hati, dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi harta dan kekayaan. Fenomena gaya hidup sosialita termasuk persoalan modern sehingga dibutuhkan pendekatan penafsiran yang dianggap mampu untuk menganalisis isu-isu sosial yang lahir di abad modern ini. Penafsiran M. Quraish Shihab melalui karyanya yang terkenal yakni, tafsir al- Mishba>h banyak merespon dan membahas berbagai persoalan dan aspek kehidupan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji fenomena gaya hidup sosialita dengan menitikberatkan pada interpretasi QS. Luqma>n/31: 18 dalam tafsir al-Mishba>h. Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berbentuk library research dengan model penelitian tafsir tahli>li atau analisis. Model penelitian analisis, dianggap relevan untuk mengungkap makna ayat-ayat al-Qur’an. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan teologis dan sosiologis. Sumber rujukan yang dipakai ada dua, sumber data primer yakni dari kitab-kitab tafsir, khususnya tafsir al- Mishba>h, dan sumber data sekunder yakni dari buku, artikel, jurnal, dan referensi lain yang memiliki kaitan dengan masalah yang dibahas. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dan diurai, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis penafsiran QS. Luqma>n/31: 18 dalam tafsir al-Mishba>h, menekankan pada larangan bersikap sombong yang dimanifestasikan melalui tindakan memalingkan wajah/muka karena meremehkan orang lain (صعرّ ال (dan berjalan dengan angkuh (sebab kegembiraan yang terlalu berlebihan hingga melahirkan keangkuhan) disebut َمَر ًحا dengan . M. Quraish Shihab menegaskan bahwa Allah swt. membenci setiap orang yang sombong dalam perilaku (الَختْ مُ (maupun sombong/membanggakan diri melalui ucapan (خؤرُ َف(. Implikasi terhadap fenomena sosialita menunjukkan bahwa gaya hidup yang berorientasi pada validasi sosial melalui kemewahan dan sikap merasa lebih tinggi dari orang lain sangat bertentangan dengan pesan moral ayat tersebut. Penafsiran ini menjadi kritik sekaligus pedoman bahwa kehormatan seseorang tidak terletak pada atribut materi, melainkan pada adab dan sikap rendah hati (tawaduk) dalam berinteraksi. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa segala yang dimiliki di dunia ini merupakan ciptaan-Nya, milik-Nya, dan kehendak-Nya, segala yang terjadi tidak lepas dari-Nya. Oleh karena itu, seyogyanya sebagai manusia tidak bersikap berlebihan dalam berjalan atau mengarungi kehidupan ini. Dengan memahami nilai-nilai yang diajarkan dalam ayat tersebut, seseorang dapat merefleksikan dan memperbaiki gaya hidup untuk mencapai kebahagiaan sejati dan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Kata Kunci: Gaya Hidup, Sosialita, Tafsir al-Mishba>h
Description
Keywords
Citation