Perbandingan Hasil Belajar Fikih antara Peserta Didik yang Menggunakan Metode Tathbīq dan Metode Diskusi di Kelas X MA DDI Baruga.
Perbandingan Hasil Belajar Fikih antara Peserta Didik yang Menggunakan Metode Tathbīq dan Metode Diskusi di Kelas X MA DDI Baruga.
No Thumbnail Available
Date
2026-05-24
Authors
Muhammad Rifa’i
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
Nim
Program Studi
Judul
: Muhammad Rifa’i
: 10156121222
: Pendidikan Agama Islam
: Perbandingan Hasil Belajar Fikih antara Peserta Didik
yang Menggunakan Metode Tathbīq dan Metode Diskusi
di Kelas X MA DDI Baruga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hasil belajar fikih peserta
didik yang diajar menggunakan metode tathbīq di kelas X.1 MA DDI Baruga; (2)
hasil belajar fikih peserta didik yang diajar menggunakan metode diskusi di kelas
X.2 MA DDI Baruga; serta (3) perbedaan hasil belajar fikih antara peserta didik
yang diajar menggunakan metode tathbīq dan metode diskusi di kelas X MA DDI
Baruga.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif.
Jenis pendekatan yang digunakan adalah quasi experimental dengan desain
penelitian pretest-postest nonequivalent control group desing. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MA DDI Baruga sebanyak 121
orang. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu
dengan memilih dua kelas yang memiliki karakteristik relatif sama, yakni kelas X.1
sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode tathbīq dan kelas X.2
sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan metode diskusi. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar fikih. Teknik analisis data
yang digunakan meliputi statistik deskriptif untuk menggambarkan hasil belajar
peserta didik dan statistik inferensial berupa uji-t (independent samples t-test) untuk
mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar peserta
didik yang diajar menggunakan metode tathbīq sebesar 84,17 dengan kategori baik,
sedangkan rata-rata nilai hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan
metode diskusi sebesar 80,67 dengan kategori cukup. Berdasarkan hasil uji-t
diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,056, yang lebih besar dari taraf signifikansi
0,05 (0,056 > 0,05). Dengan demikian, H₀ diterima dan H1 ditolak, yang berarti
tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar fikih peserta didik
yang diajar menggunakan metode tathbīq dan metode diskusi di kelas X MA DDI
Baruga. Hal ini menunjukkan bahwa kedua metode pembelajaran tersebut sama
sama efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Kata Kunci: Metode, Tathbīq dan Diskusi, Hasil Belajar, Fikih.