Makna Ababil Dalam QS.Al-Fil/105:3 (Studi Komparatif Antara Tafsir Ruh Al-Ma'ani dan Tafsir Al-Maraghi)
Makna Ababil Dalam QS.Al-Fil/105:3 (Studi Komparatif Antara Tafsir Ruh Al-Ma'ani dan Tafsir Al-Maraghi)
No Thumbnail Available
Date
2026-06-04
Authors
Lulu Rahma sari
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna Aba>bi>l yang terdapat dalam
QS. al-Fi>l dengan menggunakan metode komparatif antara kitabTafsi>r Ru>h al-
Ma>’ani> dan Tafsi>r al-Mara>gi>. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nuansa makna
yang beragam dalam tiap penafsiran, baik dari segi linguistik maupun konteks
historinya, sementara itu upaya memahami simbolisme dan pesan teologis sangat
diperlukan. Olehnya demikian, kitab Tafsi>r Ru>h al-Ma>’ani> dan Tafsi>r al-Mara>gi>
mewakili corak penafsiran yang berbeda, gaya penyajian dan latar belakang
intelektual penulis, akan mengeksplor lebih dalam mengenai makna Aba>bi>l.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau kepustakaan (library
research), yaitu penelitian yang membutuhkan material tertulis untuk memperoleh
informasi dan mengumpulkan data-data untuk dijadikan rujukan penelitian, seperti
al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, buku-buku, jurnal, maupun artikel yang sesuai dengan
tema penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
komparatif, yakni membandingkan dua kitab tafsir yaitu kitab Tafsi>r Ru>h al-Ma>’ani>
dan Tafsi>r al-Mara>gi>.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ima>m al-Alu>si dalam kitab Tafsi>r
Ru>h al-Ma>’ani> menafsirkan kata Abābīl sebagai sekelompok burung yang datang
secara berkelompok dan terus-menerus dalam gelombang yang beriringan.
Sementara itu, Ima>m al-Mara>gi dalam kitab Tafsi>r al-Mara>gi, makna Abābīl
dijelaskan secara lebih konkrit sebagai burung kecil yang menyerupai lalat atau
nyamuk.
Adapun relevansi makna Abābīl dalam kehidupan sehari-hari
merefleksikan bahwa kemenangan dan keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh
kekuatan fisik, jumlah, atau kekuasaan, melainkan bergantung pada kehendak
pertolongan Allah Swt, serta mengajarkan tiga hal yaitu, meningkatkan tauhid
kepada Allah Swt ,menjauhkan dari kesombongan, dan meningkatkan kesabaran
dalam menjalani problema kehidupan.