Penafsiran QS. Saba’/34:18-19 Dalam Perspektif Tafsi>r Maqa>s}idi dan Relevansinya Dengan Fenomena Travelling di Era Modern
Penafsiran QS. Saba’/34:18-19 Dalam Perspektif Tafsi>r Maqa>s}idi dan Relevansinya Dengan Fenomena Travelling di Era Modern
No Thumbnail Available
Date
2026-06-09
Authors
Yusran Darwis
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Al- Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah Swt,
diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril.
Seiring dengan perkembangan zaman telah banyak bermunculan para penafsir al-
Qur’an khususnya dari pemikir muslim, salah satunya Abdul Mustaqim yang
menggunakan teori maqa>s}idi> qur’ani sebagai alat untuk menafsirkan al-
Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna ayat berdasarkan tafsi>r
maqaṣidi> dan mengaitkannya dengan praktik travelling masa kini.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kepustakaan
(library research), dengan pendekatan tafsi>r maqa>ṣidi> yang di formulasikan
oleh Abdul Mustaqim. Sumber-Sumber yang menjadi rujukan yang di gunakan
adalah seperti artikel, buku, dan data-data tertulis lainnya yang berkaitan dengan
tema penelitian. Adapun alur tafsir maqasidi yang dirumuskan oleh Abdul
Mustaqim adalah mengkaji aspek kebahasaan, aspek historis, dan menemukan
maqasid Qur’an serta maqasid al-Syariah dari ayat tersebut.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. Saba’/34:18-19
tidak hanya menggambarkan kenikmatan dan kemudahan perjalanan, tetapi juga
mengandung pesan maqa>s}id Qur’an yakni:al-Taharrur
(pembebasan),alMasuliyyah ( tanggung jawab). Kemudian relevansi dari penelitian
ini, 1). Kemudahan dalam melakukan tranportasi, 2).traveelling menjadi tempat
pertukaran budaya dan ekonomi, 3). Ancaman bagi orang yang kufur terhadap
nikmat yang Allah berikan dalam melakukan travelling, 4).travelling sebagai
media refleksi. Selain itu, aktivitas travelling bukan hanya rekreatif saja, tetapi
dapat bernilai spritual, moral dan sosial.
Implikasi dari penelitian ini ialah melakukan perjalanan pada masa modern
saat ini bukan hanya menjadikan travelling sebagai kebutuhan untuk rekreasi, akan
tetapi juga mempunyai nilai spritual, nilai sosial, nilai edukatif, dan juga nilai
ekonomis. Dengan demikian travelling mampu menjadi alat pengamalam nilai-nilai
al-Qur’an, apabila di lakukan dengan tujuan yang baik dan benar berlandaaskan
etika islam.
Kata Kunci: Tafsi>r Maqa>ṣidi, QS. Saba’/34:18-19, travelling.