“Resepsi Jamaah Tabligh Terhadap QS Ali ‘Imra>N/3:110 Dan Relevansinya Dengan Khuru>J Di Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene”
“Resepsi Jamaah Tabligh Terhadap QS Ali ‘Imra>N/3:110 Dan Relevansinya Dengan Khuru>J Di Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene”
No Thumbnail Available
Date
2026-06-16
Authors
Wisar
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama : Wisar
NIM : 30156120033
Program Studi : Ilmu A-Qur’an dan Tafsir
Judul : “Resepsi Jamaah Tabligh Terhadap QS Ali ‘Imra>N/3:110 Dan
Relevansinya Dengan Khuru>J Di Kecamatan Ulumanda
Kabupaten Majene”
Skripsi ini berjudul “Resepsi Jamaah Tabligh Atas QS Ali ‘Imra>n/3:110 dan
Relevansinya Dengan Khuru>j di Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene.”
Penelitian ini mengkaji resepsi Jamaah Tabligh terhadap QS Ali ‘Imra>n/3: 110 dalam
konteks praktik khuru>j di wilayah Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dalam bentuk living qur’an
yang menggunakan pendekatan teori resepsi dan fenomenologi. Melalui pendekatan
tersebut, peneliti berupaya menggali secara mendalam pemaknaan serta pengalaman
subjek terhadap teks suci dalam realitas kehidupan sehari-hari. Data primer dalam
penelitian ini diperoleh secara langsung melalui wawancara, observasi partisipatif di
lapangan,serta studi dokumentasi yang relevan. Seluruh data yang telah terkumpul
dianalisis secara kritis dan diuji kebsahannya menggunakan teknit triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resepsi QS Ali ‘Imra>n/3: 110 oleh
Jamaah Tabligh dipahami sebagai panggilan untuk menjadi umat terbaik melalui
praktik dakwah yang konsisten, sederhana, dan konfrontatif. Praktik khuru>j
diposisikan sebagai bentuk aktualisasi QS Ali ‘Imra>n/3: 110 yang tidak hanya bersifat
spritual tetapi juga sosial. Praktik ini menunjukkan adanya sintesis antara pemahaman
tradisional dan respon terhadap realitas sosial.
Temuan pada penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan
studi al-Qur’an khususnya pemahaman terhadap ayat-ayat al-Qur’an oleh masyarakat
lokal, hasil kajian ini menegaskan bahwa pemahaman terhadap teks tidak bersifat
statis, melainkan hidup dan berkembang melalui intraksi sosial yang kompleks di
tengah masyarakat. Adanya sintetis antara nilai tradisional dan respon terhadap
realitas modern menunjukkan fleksibilitas praktik keagamaan dalam bingkai kearifan
lokal.
Kata kunci: Jamaah Tabligh, living qur’an, resepsi, fenomenologi, QS Ali ‘Imra>n/3:
110.