Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar
Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar
No Thumbnail Available
Date
2026-02-24
Authors
Harianti
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama : HARIANTI
NIM : 30156118028
Program Studi : Ilmu al-Qur‟an dan Tafsir
Judul : Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di
Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang
Kabuaten Polewali Mandar
Tradisi pembacaan selawat badar adalah tradisi dari Pondok Pesantren
DDI Al-Ihsan Kanang yang dilaksanakan setiap hari tiap selesai salat duha, tradisi
tersebut wajib diikuti oleh para ustadz dan ustdzah serta para santri yang
bermukim di Pondok Pesantren. Tradisi ini merupakan salah satu wujud dari
sebuah praktik keagamaan yang dilaksanakan para santri dan ustadz ustadzah
dalam sebuah pesantren, yang memiliki makna penting bagi pengamalnya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Berdasarkan sumber data, data dalam penelitian ini terbagi menjadi
dua yaitu data primer dan data sekunder. Obyek penelitian ini adalah santri
Pondok DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar
serta ketua asrama dan para Pembina Pondok yang bermukim di Pondok
Pesantren. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui latar belakang tradisi
pembacaan selawat badar, prosesi pelaksanaan pembacaan selawat badar,
pemaknaan tradisi pembacaan selawat badar sesuai dengan pemaknaan QS. Al-
Ahzab ayat 56, serta dampak dari tradisi pembacaan selawat badar.
Dari penelitian tersebut dapat penulis simpulkan bahwa tujuan rutinitas
pembacaan selawat badar ini merupakan dari dasar rahmatallil „ālamīn, serta
merupakan rutinitas untuk membentuk kecintaan kepada Rasulullah Saw. Selawat
memiliki landasan kuat sebagamiana dalam QS. Al-Ahzab/33:56, yang
menjelaskan bahwa Allah dan Malaikat-malaikat-Nya selalu berselawat untuk
Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, Allah memerintahkan orang-orang yang
beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi,
sebagaimana yang telah Allah dan Malaikat-Nya lakukan. Ada pun
pelaksanaannya terbagi dalam tiga tahap. Pertama, tahap persiapan : bersuci, salat
duha berjamaah dan baca doa. Kedua, tahap pelaksanaan : membaca istigfar
terlebih dahulu, kemudian membaca selawat badar. Ketiga, tahap akhir :
pembacaan doa. Dalam tradisi tersebut tentunya membawa dampak yang banyak
kepada pembacanya, di antaranya yaitu membuat para jama‟ah menimbulkan dan
menambah rasa cinta kepada Rasulullah, menimbulkan rasa damai, dan tenteram
bagi jama‟ahnya dan masih banyak lagi dampak yang dapat diterima dalam tradisi
pembacaan selawat badar tersebut. Dan tentunya tidak ada satu pun dampak
negative yang di dapat dalam tradisi tersebut, karena memang tujuan utama dari
pembacaan selawat tersebut itu sangatlah positif.