Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar
Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar
| dc.contributor.author | Harianti | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-24T01:20:31Z | |
| dc.date.available | 2026-02-24T01:20:31Z | |
| dc.date.issued | 2026-02-24 | |
| dc.description.abstract | ABSTRAK Nama : HARIANTI NIM : 30156118028 Program Studi : Ilmu al-Qur‟an dan Tafsir Judul : Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar Tradisi pembacaan selawat badar adalah tradisi dari Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang yang dilaksanakan setiap hari tiap selesai salat duha, tradisi tersebut wajib diikuti oleh para ustadz dan ustdzah serta para santri yang bermukim di Pondok Pesantren. Tradisi ini merupakan salah satu wujud dari sebuah praktik keagamaan yang dilaksanakan para santri dan ustadz ustadzah dalam sebuah pesantren, yang memiliki makna penting bagi pengamalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan sumber data, data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Obyek penelitian ini adalah santri Pondok DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar serta ketua asrama dan para Pembina Pondok yang bermukim di Pondok Pesantren. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui latar belakang tradisi pembacaan selawat badar, prosesi pelaksanaan pembacaan selawat badar, pemaknaan tradisi pembacaan selawat badar sesuai dengan pemaknaan QS. Al- Ahzab ayat 56, serta dampak dari tradisi pembacaan selawat badar. Dari penelitian tersebut dapat penulis simpulkan bahwa tujuan rutinitas pembacaan selawat badar ini merupakan dari dasar rahmatallil „ālamīn, serta merupakan rutinitas untuk membentuk kecintaan kepada Rasulullah Saw. Selawat memiliki landasan kuat sebagamiana dalam QS. Al-Ahzab/33:56, yang menjelaskan bahwa Allah dan Malaikat-malaikat-Nya selalu berselawat untuk Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk berselawat dan mengucapkan salam penghormatan kepada Nabi, sebagaimana yang telah Allah dan Malaikat-Nya lakukan. Ada pun pelaksanaannya terbagi dalam tiga tahap. Pertama, tahap persiapan : bersuci, salat duha berjamaah dan baca doa. Kedua, tahap pelaksanaan : membaca istigfar terlebih dahulu, kemudian membaca selawat badar. Ketiga, tahap akhir : pembacaan doa. Dalam tradisi tersebut tentunya membawa dampak yang banyak kepada pembacanya, di antaranya yaitu membuat para jama‟ah menimbulkan dan menambah rasa cinta kepada Rasulullah, menimbulkan rasa damai, dan tenteram bagi jama‟ahnya dan masih banyak lagi dampak yang dapat diterima dalam tradisi pembacaan selawat badar tersebut. Dan tentunya tidak ada satu pun dampak negative yang di dapat dalam tradisi tersebut, karena memang tujuan utama dari pembacaan selawat tersebut itu sangatlah positif. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.stainmajene.ac.id/handle/123456789/1270 | |
| dc.publisher | Repository STAIN MAJENE | |
| dc.title | Living Qur‟an Dalam Tradisi Pembacaan Selawat Badar di Pondok Pesantren DDI Al-Ihsan Kanang Kecamatan Binuang Kabuaten Polewali Mandar | |
| dc.type | Undergraduate Thesis | |
| dspace.entity.type |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
No Thumbnail Available
- Name:
- HARIANTI_30156118028_IAT - Harianti Al mahmood.pdf
- Size:
- 2.46 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description: