TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK TRADISI MEURI’PADA MASYARAKAT MANDAR DESA PAMBUSUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK TRADISI MEURI’PADA MASYARAKAT MANDAR DESA PAMBUSUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR
No Thumbnail Available
Files
Date
2025-02-20
Authors
INDAH SARI
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama
Nim
Program studi
Judul : Indah sari
: 20156119039
: Hukum Keluarga Islam
: Tinjauan Hukum Islam TerhadapPraktikTradisiMeuri' pada Masyarakat Mandar Desa PambusuangKabupatenPolewali Mandar
Penelitian ini membahas tentang 1) bagaimana pelaksanaan praktik tradisi meuri' pada masyarakat Mandar di Desa Pambusuang 2) Tinjauan hukum Islam terhadap praktik tradisi meuri' yang dilaksanakan masyarakat pambusuang.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field research) yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan teologi normatif (Syar'i) dan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan juga metode wawancara. Kemudian data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis dengan cara mereduksi data, selanjutnya menyajikan data dengan memberikan makna dari setiap data yang telah dikumpulkan kemudian ditarik sebuah kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik tradisi meuri' yang dilakukan masyarakat pambusuang sudah ada sejak dahulu dan tidak ada yang tahu pasti kapan dimulainya tradisi ini, mengingat kurangnya rujukan dalam bentuk tulisan dan lebih banyak bersifat lisan. Praktik ini ditujukan untuk wanita hamil pada usia kandungan 7 sampai 8 bulan dan pada kelahiran pertama, Dalam praktiknya dilakukan dengan cara diurut. tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hadirnya seorang anak dalam kandungan. Dalam prosesnya terlebih dahulu dilakukan pembacaan barasanji dan sholawat setelah itu dilakukan praktik meuri' dengan menggunakan beberapa alat yang di jadikan media seperti ayam yg sedang mengeram, kelapa, dan beberapa alat-alat lainnya yang merupakan sebuah simbol yang mengandung makna dan harapan tertentu untuk keselamatan ibu dan anak dalam kandungan ibunya. Menurut K.H Abdul syahid Rasyid, bahwa tradisi meuri' mengandung sebuah Ussul (Doa), ussul dalam bahasa keislaman adalah sebuah doa. dan doanya ussul itu bukan dengan lafadz tapi dilakukan melalui simbol atau perbuatan. Menurut pandangan hukum Islam terhadap praktik tradisi meuri' tidak termasuk syirik dan sudah sejalan dengan syariat islam, hukum dari tradisi ini dibolehkan.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka peneliti memberikan saran agar tradisi ini harus tetap dijaga sebagai simbol kebudayaan. Dan diberikan pemahaman kepada masyarakat agar senantiasa melestarikan kebiasaan yang sesuai dengan syariat Islam.