OPTIMALISASI EKSTRAKURIKULER BACA TULIS AL-QUR’AN DALAM MENANAMKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MA DDI MAJENE
OPTIMALISASI EKSTRAKURIKULER BACA TULIS AL-QUR’AN DALAM MENANAMKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MA DDI MAJENE
No Thumbnail Available
Date
2022
Authors
MULIADI
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
REPOSITORI STAIN MAJENE
Abstract
Skripsi ini membahas tentang bagaimana optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an di MA DDI Majene dalam menanamkan karakter religius peserta didik. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan sumber data wawancara, observasi dan dokumentasi. Semua data dianalisis melalui pendekatan fenomenologi yang diperoleh dari hasil wawancara. Penelitian ini menunjukan bahwa dalam mencapai suatu tujuan dapat menggunakan metode atau wadah tertentu seperti halnya kegiatan ekstrakurikuler ini sebagai wadah menanamkan karakter religius peserta didik. Dengan adanya wadah kegiatan ekstrakurikuler tersebut maka guru pembina dapat memberikan nasehat, proses pembiasaan, arahan dengan leluasa selain dari materi pokok dalam kegiatan ekstrakurikuer tersebut.
Bentuk optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler BTQ dalam menanamkan karakter religius yang dilakukan pihak sekolah atau guru pembina baik dalam hal menulis, membaca, dan menghafal Al-Qur’an juga terdapat nilai karakter religius antara lain adalah kepatuhan terhadap kesepakatan yang dibuat dalam proses pembelajaran, kedisiplinan peserta didik dalam mengikuti kegiatan, kejujuran peserta didik dalam proses pembelajaran, dan kekompakan kerja sama antara satu dengan yang lain dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler BTQ tersebut. Dalam proses optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler di MA DDI Majene sangat memberikan manfaat kepada guru, peserta didik dan sekolah secara umum. Sesuai hasil penelitian bahwa melalui proses optimalisasi ekstrakurikuler juga dapat menanamkan karakter religius peserta didik karena di dalamnya ada pembiasaan kepada peserta didik seperti disiplin, jujur, kerja sama dan bertanggung jawab. Karakter religius yang dimaksud sudah terwujud seperti salat berjama’ah dimusallah ketika waktu shalat tiba, membaca dan menghafal Al-Qur’an setelah salat bahkan disela istirahat kadang dimanfaatkan untuk muraja’ah hafalan. Dalam penanamam akhlak atau karakter religius, peserta didik sudah menghormati, menghargai guru maupun sesama peserta didik lainnya. Sehingga keadaan lingkungan sekolah aman dan nyaman karena peserta didik tidak ada lagi saling mengejek, membuly, dan tidak ada lagi perkelahian antara sesama peserta didik.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, maka peneliti dapat memberikan saran yaitu untuk kepala madrasah dan guru agar selalu mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler tersebut dan diberikan fasilitas yang lebih bagus lagi khususnya musollah agar peserta didik dan guru pembina lebih maksimal dan nyaman dalam membina peserta didik. Bagi peserta didik agar selalu aktif dalam kegiatan eksstrakurikuler baik keagamaan maupun non keaagamaan dan selalu menjadikan akhlakul karimah sebagai budaya dalam lingkungan sekolah.