Stilistika pada Kisah Talut dan Jalut dalam al-Qur’an
Stilistika pada Kisah Talut dan Jalut dalam al-Qur’an
No Thumbnail Available
Date
2026-06-03
Authors
Zulkifli
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama : Zulkifli
NIM : 30156121022
Prodi : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Judul : Stilistika pada Kisah Talut dan Jalut dalam al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan mukjizat kebahasaan yang tidak hanya mengandung
ajaran teologis dan hukum, tetapi juga menyajikan kisah-kisah dengan keindahan
gaya bahasa yang tinggi. Salah satu kisah yang menarik dikaji dari perspektif
stilistika adalah kisah Talut dan Jalut dalam QS. al-Baqarah/2: 246–252. Kisah ini
mengisahkan peperangan antara pasukan Bani Israil di bawah kepemimpinan Talut
melawan pasukan Jalut yang zalim, dan di dalamnya terkandung berbagai keunikan
linguistik yang belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi unsur-unsur pembentuk kisah Talut dan Jalut sekaligus
menganalisis stilistika pemaparan dan gaya dialog yang digunakan.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan stilistika al-Qur’an. Sumber data primer adalah QS. al-Baqarah/2:
246–252, yang ditunjang oleh kitab-kitab tafsir bercorak luga>wi>. Pengumpulan
data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan metode searching and
browsing. Analisis data mengacu pada empat level stilistika, yaitu: al-mustawa> al-
s}arfī (morfologi), al-mustawa> al-dala>li> (semantik), al-mustawa> al-tarki>bi>
(sintaksis), dan al-mustawa> al-tas}wi>ri> (imajeri).
Hasil penelitian menunjukkan sejumlah keunikan stilistika. Pada level
morfologi, ditemukan pemilihan bentuk fi’il mud}a>ri‘ pada kata تِ
ْ
ؤ
ُ
yang ي
mempunyai maksud mendalam, serta penggunaan ism nakirah pada kata كاً
ِ
ل
yang م
menyimpan ironi tersembunyi. Pada level semantik, terdapat ketepatan diksi
melalui pemilihan sinonim bermuatan makna berbeda, seperti ى أ
ل ى ,ر
ت
ْ
ث dan ,اب
ع
,ب
serta fenomena musytarak al-lafz} al-mutad}a>d pada kata نَّ ظ. Pada level sintaksis,
ditemukan struktur al-taqdi>m wa al-ta’khi>r, id}ma>r, dan qas}r yang berfungsi
memberikan penekanan makna. Sementara pada level imajeri, kisah ini kaya akan
maja>z mursal, kina>yah, isti‘a>rah, dan ti}ba>q yang memvisualisasikan kondisi
psikologis tokoh secara mendalam. Kisah disajikan tanpa pendahuluan formal
dengan dialog dinamis, menggambarkan kondisi historis Bani Israil sekaligus
memberikan motivasi spiritual bagi umat Islam.
Penelitian ini berkontribusi memperkaya pemahaman estetika al-Qur’an
beserta dimensi teologis dan edukatifnya, serta menjadi rujukan bagi
pengembangan studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir.
Kata Kunci: Stilistika, Kisah Talut dan Jalut, al-Qur'an, Gaya Bahasa.