Peran penghulu dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warohmah di KUA kecamatan luyo kabupaten polewali mandar

No Thumbnail Available
Date
2026-05-23
Authors
Nurmalasari
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama NIM : : Nurmalasari 20156119080 Program Studi : Hukum Keluarga Islam Judul : Peran penghulu dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warohmah di KUA kecamatan luyo kabupaten polewali mandar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi peran seorang penghulu dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah di KUA Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat Penghulu dalam mewujudkan keluarga Sakinah mawaddah warahmah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field reseach) dengan sifat penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif yang dilakukan di KUA Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar. Metode kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menggunakan observasi terlebih dahulu kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi sebagai pelengkap data. Pemilihan sampelnya didasarkan pada pertimbangan tertentu yang disesuaikan arahan dari penghulu, yaitu terdiri dari 5 sampel penghulu, calon pengantin, pasangan suami istri Hasil penelitian rumusan masalah pertama yakni eksistensi peran penghulu dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah di KUA Kecamatan Luyo. Kab. Polewali Mandar bahwa peran penghulu masih sangat penting dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah dan dukungan dari kementrian agama dengan kebijakan program dari kementrian agama dengan program bimbingan pra nikah yang dilakukan oleh bapak penghulu dan pegawai lainnya ini dapat membantu calon pengantin dalam mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, di Kecamatan luyo dan adapun hasil penelitian dari rumusan masalah yang kedua yakni faktor pendukung dan faktor penghambat dalam peran penghulu. Dimana faktor pendukung dilihat dari semangatnya calon pengantian yang beberapa hari sebelum melangsungkan pernikahan dalam mengikuti bimbingan pranikah, pembimbing sangat ahli dibidangnya dan dekat juga dengan masyarakat. Faktor penghambatnya yaitu akses perjalanan dan kurangnya minat masyarakat yang terkadang menjadi kendala.
Description
Keywords
Citation