Efektivitas Bimbingan Perkawinan dalam Mengedukasi Love Language Demi Mewujudkan Keluarga Mawaddah Warahmah kepada Calon Pengantin di KUA Banggae
Efektivitas Bimbingan Perkawinan dalam Mengedukasi Love Language Demi Mewujudkan Keluarga Mawaddah Warahmah kepada Calon Pengantin di KUA Banggae
No Thumbnail Available
Date
2026-05-23
Authors
Rizqi An’nisah
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
NIM
Program Studi
Judul
: Rizqi An’nisah
: 20156122040
: Hukum Keluarga Islam
: Efektivitas Bimbingan Perkawinan dalam
Mengedukasi Love Language Demi Mewujudkan
Keluarga Mawaddah Warahmah kepada Calon
Pengantin di KUA Banggae
Penelitian ini membahas tentang efektivitas bimbingan perkawinan dalam
mengedukasi love language demi mewujudkan keluarga mawaddah warahmah
bagi calon pengantin di KUA Kec. Banggae. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk
mengetahui bagaimana implementasi program bimbingan perkawinan di KUA Kec.
Banggae memberikan edukasi tentang love language. (2) Menilai sejauh mana
program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman calon pengantin tentang
konsep love language untuk mewujudkan keluarga mawaddah warahmah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field
research) dengan sifat penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti menerapkan
pendekatan konseptual dan sosiologi hukum untuk menganalisis fenomena yang
ada. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam
(fasilitator dan calon pengantin), dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengujian
keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.
Kesimpulan penelitian menunjukkan implementasi bimbingan perkawinan
di KUA Kec.Banggae pada prinsipnya telah ada, namun edukasi mengenai konsep
love language belum terintegrasi secara eksplisit. Efektivitas program ini dinilai
tidak mencapai tingkat optimal karena penyampaian materi masih bersifat umum
serta sangat bergantung pada inisiatif individual masing-masing fasilitator. Dan
konsep love language ditemukan sangat selaras dengan prinsip mawaddah
warahmah dalam hukum keluarga Islam serta memiliki potensi signifikan untuk
meningkatkan kualitas hubungan suami istri apabila diintegrasikan secara lebih
tersistematis.
Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pihak KUA Kec. Banggae
mengintegrasikan konsep love language lebih terstruktur dalam materi bimbingan.
Disarankan juga untuk menggunakan metode penyampaian yang lebih variatif dan
partisipatif dalam penyampain edukasi yang diberikan kepada calon pengantin. Hal
lain juga tentang ketegasan implementasi dan sosialisasi bimbingan perkawinan
agar tidak dianggap sebagai prosedur administratif biasa, melainkan sebagai bentuk
bimbingan yang penting bagi calon pengantin.tesehingga dapat membantu calon
pengantin dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kata kunci: Bimbingan Perkawinan, Love Language, Mawaddah Warahmah.
xx