PENGARUH DISONANSI KOGNITIF TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MASYARAKAT PANGALEROANG DALAM TRADISI ZIARAH KUBUR TOSALAMA’
PENGARUH DISONANSI KOGNITIF TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MASYARAKAT PANGALEROANG DALAM TRADISI ZIARAH KUBUR TOSALAMA’
No Thumbnail Available
Date
2025-02-20
Authors
ANNISYA SYARIFUDDIN
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN Majene
Abstract
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh disonansi kognitif terhadap pengambilan keputusan masyarakat Pangaleroang dalam tradisi ziarah kubur tosalama’ di desaTallambalao. kecamatan Tammerodo Sendana. kabupaten Majene dan seberapa besar tingkat signifikansinya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitati fkarena data-data yang dikumpulkan berupa angka-angka yang kemudian akan diuji untuk mengetahui pengaruh antara vari dengan variabel yang lainnya .Adapun metode peneliti dalam penelitian ini yaitu metode analisis regresili pendekatan hipotesis asosiatiabel atau lebihan yang digunakan near berganda dengan f. Untuk melakukan uji hipotesis, peneliti menggunakan uji hipotesis regresilinear berganda, karena dalam penelitian ini hanya terdapat satu variabel independen(X) dan satu variabel dependen(Y).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1)Ujihipotesis dengan menggunakan regresilinear berganda pada variabelX₁terhadap variabelY, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0, diterima.(2) Ujihipotesis varisignifikansisebesar 0, hipotesi 367>0,05, maka Haditolak dan H0 abelX₂ terhadap variabel Y, diperoleh nilai 000<0,05, maka Haditerimadan H0 ditolak. (3)UjisvariabelX₃ terhadap variabel Y, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05,makaHₐ diterima dan H0 ditolak.(4)Hasil uji hipotesis variabel X4 terhadap variabelY , diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak.(5)Adapun hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 36,377> dari Ftabel 2,42.Syarat pengambilan keputusan untuk uji F yaitu apabila F hitung>Ftabel maka terdapat pengaruh secara simultan antara disonansi kognitif terhadap pengambilan keputusan masyarakat Pangaleroang dalam tradisi ziarah kubur tosalama’. Dari hasil uji hipotesis disonansi kognitif secara simultanxi hanya terdapat satu elemen kognitif yang tidak memiliki pengaruh ketika diuji secara parsial, jika dikaitkan dengan teori Festinger mengatakan jika hanya ada satu elemen kognitif yang inkonsistensi maka pengujian secara simultan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan.
Variabel sikap, persepsi, perilaku memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan masyarakat Pangaleroang dalam tradisi ziarah kubur tosalama’ dan bernilai positif. Variabel sikap dan persepsi memiliki pengaruh yang positif dan relatif tinggi serta memiliki pengaruh yang dominan dibandingkan dengan dua variabel sebelumnya. Sedangkan variabel pengetahuan tidak terdapat pengaruh terhadap pengambilan keputusan masyarakat Pangaleroang dalam tradisi ziarah kubur to salama dan bernilai negatif.