Penerapan Nilai-nilai Pendidikan Humanistik dalam Mengembangkan Kecakapan Afektif Santri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe
Penerapan Nilai-nilai Pendidikan Humanistik dalam Mengembangkan Kecakapan Afektif Santri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe
No Thumbnail Available
Date
2026-02-25
Authors
Magfirawati
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama : Magfirawati
Nim : 10156121047
Prodi : Pendidikan Agama Islam
Judul : Penerapan Nilai-nilai Pendidikan Humanistik dalam Mengembangkan
Kecakapan Afektif Santri Pondok Pesantren Salafiyah Parappe
Nilai-nilai pendidikan humanistik memiliki peran penting dalam
membentuk karakter dan kecakapan afektif santri di lingkungan pesantren.
Namun, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan kendala seperti pendekatan
pengajaran yang berfokus pada aspek kognitif semata, kurangnya perhatian
terhadap pengembangan emosi, sikap, dan kepribadian santri, serta belum
optimalnya penerapan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai
pendidikan humanistik diterapkan dalam mengembangkan kecakapan afektif
santri, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi
untuk menggali pengalaman mendalam para santri, ustaz/ustazah, dan pengasuh
pondok pesantren. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman wawancara,
observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui
tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan
pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai pendidikan
humanistik yang diterapkan meliputi penghargaan terhadap martabat manusia,
pembinaan empati, toleransi, tanggung jawab, dan penguatan hubungan spiritual.
Nilai-nilai tersebut terbukti mampu mendorong pengembangan kecakapan afektif
santri, seperti sikap hormat, empati, kedisiplinan, serta kesadaran diri dan sosial.
Faktor pendukung antara lain keteladanan guru, lingkungan pesantren yang
religius, serta kegiatan pembiasaan nilai. Sementara itu, hambatan muncul dari
latar belakang keluarga, beban kurikulum, dan minimnya pelatihan guru dalam
pendidikan berbasis humanistik.
Diharapkan lembaga pendidikan Islam mampu mengintegrasikan
pendekatan humanistik secara lebih menyeluruh, sehingga pendidikan tidak hanya
membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kepekaan hati dan sikap
kemanusiaan santri.
Kata Kunci: Pendidikan Humanistik, Kecakapan Afektif, Santri.