Representasi Emosi Sadar Diri Pada Remaja Dalam Film Animasi Inside Out 2 (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Representasi Emosi Sadar Diri Pada Remaja Dalam Film Animasi Inside Out 2 (Analisis Semiotika Roland Barthes)
No Thumbnail Available
Date
2026-02-25
Authors
Ardewi
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama : Ardewi
Nim : 30356121001
Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Judul : Representasi Emosi Sadar Diri Pada Remaja Dalam Film Animasi
Inside Out 2 (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Penelitian ini berjudul “Representasi Emosi Sadar Diri pada Remaja dalam Film
Animasi Inside Out 2: Analisis Semiotika Roland Barthes.” Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana film Inside Out 2 merepresentasikan emosi
sadar diriyang meliputi rasa malu, rasa iri, dan rasa cemas sebagai bagian dari
dinamika psikologis remaja serta relevansinya dengan nilai-nilai Islam. Film ini
dipilih karena menghadirkan representasi kompleks tentang perkembangan
emosional tokoh remaja melalui medium animasi yang sarat makna sosial dan
moral.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika
Roland Barthes, yang menelaah makna denotatif, konotatif, dan mitos pada tanda-
tanda visual dan verbal dalam adegan film. Data diperoleh melalui dokumentasi dan
analisis terhadap adegan yang merepresentasikan tiga emosi sadar diri utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu berfungsi sebagai tekanan sosial
sekaligus pembentuk moral, rasa iri muncul sebagai dorongan perbandingan sosial
dan kebutuhan penerimaan, sedangkan rasa cemas menggambarkan kewaspadaan
dan kekhawatiran terhadap kegagalan. Ketiga emosi tersebut saling berkaitan dan
berperan sebagai emosi sosial yang memengaruhi pembentukan identitas, moral,
serta interaksi sosial remaja. Selain itu, Inside Out 2 menaturalisasi mitos bahwa
konflik batin remaja merupakan kondisi yang dianggap alami dan wajar, yang
terbentuk oleh tekanan serta standar sosial yang dinormalisasi, sehingga dianggap
sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pendewasaan.
Dalam perspektif Islam, emosi sadar diri perlu diarahkan ke arah positif: rasa malu
menjadi akhlak mulia yang menjaga martabat diri, rasa iri dapat ditransformasikan
menjadi ghibthah (dorongan untuk memperoleh kebaikan yang sama tanpa
merugikan orang lain), dan rasa cemas menjadi sarana introspeksi serta penguatan
iman. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa film animasi dapat berperan
sebagai sarana pembelajaran yang efektif untuk membantu remaja memahami dan
mengelola perkembangan emosinya secara positif, sesuai dengan nilai-nilai Islam
dan prinsip komunikasi yang baik.
Kata Kunci: Emosi Sadar Diri, Semiotika Roland Barthes, Film Inside Out 2,
Remaja, Komunikasi Islam.