Jual Beli Dalam Keadaan Terpaksa: Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Pengambilan Kakao Secara Sepihak
Jual Beli Dalam Keadaan Terpaksa: Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Pengambilan Kakao Secara Sepihak
No Thumbnail Available
Date
2025-12-24
Authors
Hernawati
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
ABSTRAK
Nama : Hernawati
Nim : 20256121005
Program studi : Hukum Ekonomi Syariah
Judul : Jual Beli Dalam Keadaan Terpaksa: Tinjauan Etika
Bisnis Islam Terhadap Pengambilan Kakao Secara
Sepihak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik jual beli kakao
dalam keadaan terpaksa yang terjadi di Pasar Rakyat Luyo, Kecamatan Luyo,
Kabupaten Polewali Mandar, serta menganalisis kesesuaiannya dengan etika
bisnis Islam. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah tindakan
sepihak pembeli yang mengambil kakao milik petani sebelum terjadi kesepakatan
harga. Tindakan tersebut menciptakan kesan adanya paksaan dalam transaksi dan
menimbulkan ketimpangan dalam posisi tawar antara penjual dan pembeli.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap para petani
sebagai penjual dan para pembeli kakao di pasar. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa banyak transaksi diawali dengan tindakan sepihak dari pembeli yang
langsung mengambil karung kakao saat petani baru tiba, tanpa memberikan
kesempatan untuk memilih pembeli atau menyepakati harga terlebih dahulu.
Akibatnya, petani merasa terpaksa menerima harga yang telah ditentukan oleh
pembeli, yang memperlemah posisi tawar mereka.
Dari perspektif hukum ekonomi Islam, transaksi ini tetap dianggap sah
karena memenuhi rukun dan syarat jual beli, seperti adanya objek yang jelas,
pelaku transaksi yang cakap hukum, serta kesepakatan secara sukarela. Namun,
jika ditinjau dari etika bisnis Islam, praktik jual beli ini belum sepenuhnya
mencerminkan prinsip keadilan, ikhtiyar (kebebasan berkehendak), dan ihsan.
Meskipun sebagian besar transaksi berlangsung secara tunai dan terbuka,
dominasi pembeli dalam menentukan harga tanpa proses tawar-menawar
menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam pelaksanaan prinsip etika bisnis
secara menyeluruh.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya edukasi kepada para
pelaku pasar, khususnya pembeli, agar menerapkan prinsip etika bisnis Islam
secara utuh, tidak hanya sebatas sahnya akad.