Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perempuan Single Parent Dalam Menafkahi Anaknya di Desa Maliaya Kec. Malunda
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perempuan Single Parent Dalam Menafkahi Anaknya di Desa Maliaya Kec. Malunda
No Thumbnail Available
Date
2026-05-24
Authors
Devi Febrianti
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Repository STAIN MAJENE
Abstract
Nama
Nim
Program Studi
Judul Skripsi
: Devi Febrianti
: 20156122036
: Hukum Keluarga Islam (HKI)
: Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perempuan Single Parent
Dalam Menafkahi Anaknya di Desa Maliaya Kec. Malunda
Penelitian ini membahas tentang salah satu fenomena sosial yang terjadi di
Desa Maliaya Kecamatan Malunda, yaitu perempuan single parent yang harus
menafkahi anaknya akibat perceraian dan tidak adanya tanggung jawab nafkah dari
mantan suami. Fenomena ini menunjukkan bahwa perempuan single parent berada
pada posisi yang sulit, karena harus menjalankan peran ganda sebagai ibu sekaligus
pencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup anaknya. Adapun rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Faktor-faktor apa saja yang mendorong
perempuan single parent dalam menafkahi anaknya di Desa Maliaya Kecamatan
Malunda? 2) Bagaimana pandangan Hukum Islam terhadap aktivitas ekonomi
perempuan single parent yang ada di Desa Maliaya Kecamatan Malunda?
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan field research
yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan teologi
normatif (syar’i) dan pendekatan sosiologis. Data dikumpulkan dengan
menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber
data dalam penelitian ini yaitu perempuan single parent, tokoh agama, tokoh
masyarakat, kepala desa, beserta buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan
yang relevan. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan
menggunakan analisis kualitatif.
Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Perempuan single parent di Desa
Maliaya harus menafkahi anaknya karena tidak adanya tanggung jawab nafkah dari
mantan suami, keterbatasan ekonomi, tuntutan kebutuhan anak, sehingga mereka
harus bekerja apa adanya demi keberlangsungan hidup anaknya. 2) aktivitas
ekonomi perempuan single parent jika ditinjau dari segi Hukum Islam pada
dasarnya dibolehkan (mubah) bahkan dianjurkan dalam kondisi darurat (ḍarūrah),
selama pekerjaan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Namun
demikian, berdasarkan hasil pengamatan peneliti, para perempuan single parent
tetap berusaha memilih pekerjaan yang halal, tidak melanggar norma agama, dan
masih dapat menjaga kehormatan diri sebagai perempuan muslimah.
Adapun implikasi dari penelitian ini bahwa: 1) diharapkan kepada
pemerintah desa dan masyarakat memberi dukungan moral dan pemberdayaan
ekonomi bagi perempuan single parent tanpa stigma negatif.2) Diharapkan kepada
perempuan single parent menjaga nilai keislaman dan tetap bekerja secara halal.
Kata Kunci: Perempuan Single Parent, Nafkah Anak, Aktivitas Ekonomi, Hukum
Islam
xv