Analisis Tradisi Perkawinan Adat Mandar Toyang roeng Dalam Perspektif Hukum Islam
Analisis Tradisi Perkawinan Adat Mandar Toyang roeng Dalam Perspektif Hukum Islam
| dc.contributor.author | Muh. Dermawansyah | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-08T03:43:54Z | |
| dc.date.available | 2026-06-08T03:43:54Z | |
| dc.date.issued | 2026-06-08 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini mengkaji pelaksanaan tradisi Toyang Roeng dalam adat pernikahan masyarakat Mandar di Lingkungan Buttu, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam dai segi tahapannya. Toyang Roeng merupakan tradisi turun-temurun yang hanya dilaksanakan oleh keluarga-keluarga yang memiliki garis keturunan tertentu (Mosangana’), dengan bentuk utama berupa ayunan besar dari bambu dan kayu yang digunakan dalam prosesi pernikahan. Tradisi ini diyakini membawa keselamatan dan keberkahan, namun terdapat kepercayaan yang berpotensi bertentangan dengan akidah Islam, seperti anggapan bahwa tidak melaksanakannya akan mendatangkan malapetaka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teologi normatif syar’i dan antropologi, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara budaya, tradisi Toyang Roeng memiliki nilai simbolis dan sosial yang kuat dalam mempererat ikatan kekeluargaan. Dari segi praktek dalam setiap tahapan dalam tradisi ini tetap sejalan dengan syariat terlepas keyakinan yang mengiringi pelaksanaannya yang mengandung unsur takhayul dan dapat menyimpang dari ajaran tauhid dalam Islam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut Selain itu, tokoh agama memiliki peran penting dalam memberikan edukasi akidah yang benar kepada masyarakat dengan pendekatan yang bijak dan kontekstual agar masyarakat mampu membedakan antara budaya yang bersifat mubah dengan praktik yang menyimpang dari tauhid. Masyarakat juga diharapkan dapat melestarikan budaya lokal secara proporsional dengan tetap menjadikan agama sebagai landasan utama dalam menilai suatu tradisi. Oleh karena itu, peningkatan literasi keagamaan sangat diperlukan agar tradisi dapat dimaknai secara bijak dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariat Islam | |
| dc.identifier.uri | https://repository.stainmajene.ac.id/handle/123456789/1526 | |
| dc.publisher | Repository STAIN MAJENE | |
| dc.title | Analisis Tradisi Perkawinan Adat Mandar Toyang roeng Dalam Perspektif Hukum Islam | |
| dc.type | Undergraduate Thesis | |
| dspace.entity.type |
Files
Original bundle
1 - 1 of 1
No Thumbnail Available
- Name:
- MUH. DERMAWANSYAH_ 20156121018_HUKUM KELUARGA ISLAM - Muh dermawansyah.pdf
- Size:
- 2.32 MB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
- Description:
License bundle
1 - 1 of 1
No Thumbnail Available
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description: