Kumpulan Hasil Penelitian STAIN Majene
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Kumpulan Hasil Penelitian STAIN Majene by Title
Results Per Page
Sort Options
-
ItemCharacter Building As An Academic Foundation Towards An Excellent Islamic Senior High School(Repository STAIN Majene, 2024-12-06) Aan SetiawanThis study aims to analyze character building among students through intracurricular activities at Madrasah Aliyah Darud Da’wah Wal Irsyad (MA DDI) Baruga. The research focuses on the role of teachers in classroom learning, the teaching methods applied, and the strategies used to internalize character values within intracurricular activities. This research employs a qualitative approach, in which the researcher directly visited the field to conduct observations, interviews, and document analysis. The primary data sources are the principal and teachers who are directly involved in implementing intracurricular activities. Data were analyzed using the NVIVO application through several stages, namely open coding, axial coding, and visualization. The findings indicate that character building in intracurricular activities is manifested primarily in biology and mathematics classes through project-based learning models. The character values internalized include integrity, independence, cooperation, and religiosity. The process of internalization is not carried out rigidly or dogmatically but through dialogic learning that stimulates students’ moral and spiritual awareness. This approach aligns with the moral knowing dimension of Lickona’s character education theory, emphasizing cognitive understanding accompanied by reflection on values. It also resonates with the Mandar cultural value of malaqbiq, which upholds manners and honor as a noble social identity. Thus, the learning process at MA DDI Baruga serves not only as a medium for knowledge transfer but also as an effort to shape students’ character rooted in Islamic teachings, modern educational theory, and local wisdom.
-
ItemDINAMIKA SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN DI KABUPATEN POLMAN SULAWESI BARAT(Repository STAIN Majene, 2023-05-02) Suddin Bani ; Abd. Fattah
-
Item
-
ItemEnhancing Students' Self-Regulated Learning through Differentiated Instruction Based on Prior Knowledge(Repository STAIN Majene, 2024-12) Muhammad Idris Hasanuddin ; Zuhdiah ; Sukri Badaruddin ; Aan Setiawan ; Ummi KalsumDifferentiated instruction, which tailors learning experiences based on students’ readiness, interests, and prior knowledge, has been identified as an effective approach to fostering self-regulated learning. This study aims to analyze the impact of differentiated instruction based on prior knowledge on students' self-regulated learning, focusing on its benefits, challenges, and potential solutions for effective implementation. A systematic literature review was conducted using major academic databases, applying PRISMA guidelines for article selection. Thematic analysis was employed to identify key themes related to prior knowledge, differentiated instruction, and self-regulated learning. The findings indicate that differentiated instruction based on prior knowledge positively contributes to the development of students' self-regulated learning, metacognitive skills, self-efficacy, and intrinsic motivation. However, challenges such as limited teacher training, time constraints, and lack of institutional supporthinder its implementation. Various strategies, including professional learning communities (PLCs), dynamic assessment, and adaptive technology, have been proposed to address these issues. The study concludes that strengthening teacher training programs, fostering collaboration among educators, and leveraging technology are essential to optimizing the implementation of differentiated instruction based on prior knowledge. Future research should explore its application across different educational levels and subject areas to enhance its effectiveness in diverse learning contexts
-
ItemIMPLEMENTASI PEMBAGIAN WARISAN MELALUI HIBAH ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA DI DUSUN CENRO- CENRONGE DESA MICO KECAMATAN PALAKKA KABUPATEN BONE(Repository STAIN MAJENE, 2022-12) Agustan ; Asni Zubair ; Andi Jusran KasimHibah sudah dapat dimiliki setelah terjadinya akad. Diketahui pula bahwa hibah orang tua kepada anaknya dapat diperhitungkan sebagai warisan (Pasal 211 Kompilasi Hukum Islam). Maka dari itu itu, pembagiannya harus dilakukan dengan musyawarah kepada semua ahli waris yang berhak agar tercapainya rasa keadilan dalam pembagian harta. Dengan demikian untuk mencegah agar tidak terjadi perselisihan antara keluarga termasuk para ahli waris. Olehnya itu Karena terdapat pula suatu kebiasaan dalam pembagian harta warisan setelah kedua orang tua para ahli waris meninggal dunia, dan pembagian semacam itu lebih rawan menimbulkan perebutan harta waris di antara para ahli waris. Jenis Penelitian ini berdasarkan pada penelitian lapangan (field research) termasuk data yang digunakan adalah metode wawancara. Penelitian lapangan dilakukan karenauntuk menjelaskan keadaan masyarakat Dusun Cenro-cenronge Desa Mico Kecamatan Palakka Kabupaten Bone dalam pembagian harta warisan melalui hibah. Hasil peneliti menunjukan bahwa implementasi pembagian warisan melalui hibah orang tua di Dusun Cenro-cenronge Desa Mico Kecamatan Palakka Kabupaten Bone yakni kebanyakan masyarakat saat ini membagi warisan melalui hibah dengan peran optimal orang tua sebagai penengah diantara para ahli waris, cara demikian para ahli waris saling setuju dan lebih mudah menerima dengan ikhlas pembagian tersebut, serta cara demikian masyarakat memandangnya lebih efektif untuk lebih meminimalisir timbulnya perselisihan para ahli waris dalam perebutan harta warisan. Kata Kunci: harta, hibah, warisan
-
ItemImplikasi Akurasi Jadwal Shalat Sepanjang Masa Terhadap Ibadah di Kabupaten Majene Dan Kabupaten Polewali Mandar(Repository STAIN MAJENE, 2023) Andi Jusran KasimThe purpose of this study was to determine the accuracy of the all-time prayer schedule for prayer services in Majene Regency and Polewali Mandar Regency. The research data was collected from the all-time prayer schedule made by the government in the two districts. The data collected was then analyzed using the reckoning method at the start of the prayer time, data on the height of the sun, reference Almanac ephemeris reckoning of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia, and then Drawing or verification of the reckoning results data using the Starry Night Pro Plus 6 application and Shollu Accurate Time 5.3, By Mohammad Odeh The researcher found that the use of the all-time prayer schedule is quite or very accurate as a guide in the implementation of prayer services in Majene Regency, but for Polewali Mandar Regency it is not accurate as a guide for prayer services. The impact of the results of this study is that people can be wrong in carrying out the obligatory prayers at the right time. While the practical impact for policymakers in making a prayer schedule must be in accordance with the rules of reckoning astrology. Keywords: Ephemeris, Prayer Times, All Time
-
ItemINTERAKSI AGAMA ISLAM DAN BUDAYA SERTA NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA TRADISI “MANGONGGO” DI DESA BATETANGNGA POLEWALI MANDAR(Repository STAIN Majene, 2023-04-26) Suddin Bani ; Burhanuddin Ka. RJDesa batetangnga merupakan wilayah penduduk yang dihuni oleh salah satu etnis di Sulawesi Barat yakni suku “Pattae”. Suku pattae tersebar di wilayah pegunungan kabupaten Polewali Mandar. Persebaran suku pattae dimulai dari kecamatan Binuang, Anreapi, Matakali dan Tapango. Pattae sebagai etnis, mewujudkan eksistensinya dengan beragam budaya dan kearifan lokalnya yang masih terjaga. Salah satu jenis tradisi yang masih dapat disaksikan secara langsung saat ini adalah tradisi “mangonggo”. Kebudayaan dan manusia tidak dapat dipisahkan, sehingga manusia disebut sebagai mahluk budaya. Banyak jenis-jenis upacara tradisi di kabupaten Polewali Mandar seperti pesta panen sawah, ritual Mappande Sasi, ritual Makkuliwa, ritual Mangonggo dan ritual-ritual tradisi lainnya, hal tersebut merupakan produk budaya masyarakat. Tradisi ritual mangonggo hanya dimiliki oleh masyarakat suku “pattae” yang tersebar pada wilayah kecamatan Binuang, Anreapi, Matakali dan Tapango. Pelaksanaan upacara tradisi tersebut, biasanya dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakatnya
-
ItemINTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM MELALUI TRADISI SAYYANG PA’TUDDU SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN BUDAYA(Repository STAIN Majene, 2025-12) Aan Setiawan ; Ubaidillah Canu ; Sudirman ; MuammarZuhdiArsalanTradisi Sayyang Pa’tuddumerupakan salah satu warisan budaya masyarakat Mandar yang mencerminkan harmonisasi antara ajaran Islam dan nilai-nilai lokal. Tradisi ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan seorang anak menamatkan bacaan Al-Qur’an (khatam Al-Qur’an), yang diiringi dengan arak-arakan kuda berhias dan tarian khas Mandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai Islam melalui tradisi Sayyang Pa’tuddu serta perannya sebagai media pendidikan budaya dalam masyarakat Mandar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian ini menelaah nilai-nilai Islam yang terwujud dalam tradisi tersebut, seperti nilai syukur, ilmu dan pendidikan, kebersamaan dan gotong royong, serta dakwah kultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sayyang Pa’tuddu bukan sekadar ritual adat, melainkan juga saranapembelajaran sosial dan spiritual yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman ke dalam kehidupan budaya masyarakat. Tradisi ini menjadi wahana efektif dalam menanamkan karakter religius, memperkuat identitas Islam-Mandar, dan menjaga kesinambungan nilai moral di tengah perubahan sosial modern
-
ItemKajian Akademik Terapan Nasional Stain Majene 2019(Repository Stain Majene, 2023-06-06) Bahruddin
-
ItemKEBIJAKAN HUKUM PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA ANAK DI KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT(Repository STAIN Majene, 2023) Abdul Rahman ; Nurfaika Ishak
-
ItemKETIADAAN PERSETUJUAN WALI NASAB UNTUK MEMPELAI WANITA SEBAGAI ANALISIS PENUNJUKAN WALI HAKIM (STUDI DI PENGADILAN AGAMA WATAMPONE KELAS I A)(Repository STAIN Majene, 2022-12-01) Andi Jusran Kasim ; NurlinaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor penyebab ketiadaan persetujuan wali nasab untuk mempelai wanita dan prosedur penunjukan wali hakim di pengadilan Agama Watampone. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode pendekatan teologis normatif dan pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Adapun sumber data yaitu beberapa hakim di Pengadilan Agama Watampone dan Kepala KUA. Dari hasil penggunaan metode-metode tersebut, peneliti dapat mengemukakan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa faktor penyebab ketiadaan persetujuan wali nasab untuk mempelai wanita yakni dikarenakan mempelai wanita memang tidak memiliki wali nasab, wali nasab tidak bisa dihadirkan, wali nasab yang gaib atau tidak diketahui alamatnya, kemudian wali nasab tidak setuju atas pernikahan tersebut. Sementara untuk prosedur penunjukan wali hakim di Pengadilan Agama Watampone telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku seperti perkara permohonan pada umumnya dimulai dari pengajuan permohonan dan berakhir dengan putusan. Kemudian setelah adanya putusan dari Pengadilan Agama maka pernikahan sudah dapat dilangsungkan dengan hak perwalian dialihkan ke wali hakim. Akan tetapi, putusan tersebut secara otomatis batal ketika wali nasabnya sudah setuju menjadi wali nikah atau sudah bisa hadir untuk memberikan hak perwaliannya dalam pernikahan. Kata Kunci : Rukun nikah; Wali; Pernikahan.
-
ItemKETIADAAN PERSETUJUAN WALI NASAB UNTUK MEMPELAI WANITA SEBAGAI ANALISIS PENUNJUKAN WALI HAKIM (STUDI DI PENGADILAN AGAMA WATAMPONE KELAS I A)(Repository STAIN Majene, 2022-12) Andi Jusran Kasim ; NurlinaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor penyebab ketiadaan persetujuan wali nasab untuk mempelai wanita dan prosedur penunjukan wali hakim di pengadilan Agama Watampone. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode pendekatan teologis normatif dan pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Adapun sumber data yaitu beberapa hakim di Pengadilan Agama Watampone dan Kepala KUA. Dari hasil penggunaan metode-metode tersebut, peneliti dapat mengemukakan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa faktor penyebab ketiadaan persetujuan wali nasab untuk mempelai wanita yakni dikarenakan mempelai wanita memang tidak memiliki wali nasab, wali nasab tidak bisa dihadirkan, wali nasab yang gaib atau tidak diketahui alamatnya, kemudian wali nasab tidak setuju atas pernikahan tersebut. Sementara untuk prosedur penunjukan wali hakim di Pengadilan Agama Watampone telah berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku seperti perkara permohonan pada umumnya dimulai dari pengajuan permohonan dan berakhir dengan putusan. Kemudian setelah adanya putusan dari Pengadilan Agama maka pernikahan sudah dapat dilangsungkan dengan hak perwalian dialihkan ke wali hakim. Akan tetapi, putusan tersebut secara otomatis batal ketika wali nasabnya sudah setuju menjadi wali nikah atau sudah bisa hadir untuk memberikan hak perwaliannya dalam pernikahan. Kata Kunci : Rukun nikah; Wali; Pernikahan.
-
ItemKonsep Kafa’ah pada Perkawinan Syarifah di Di Desa Pambusuang Kabupaten Polewali Mandar(Repository STAIN Majene, 2023) Mayanti ; Andi Jusran KasimThis study uses a qualitative research method with empirical legal research located in Pambusuang, Balanipa, Polewali Mandar. It is conducted by using a normative theological and sociological research approach. The primary data sources are several Syarifah women and Habib. The study reveals that the Syarifah women's marriage system is not significantly different from the women's marriage system in general in Pambusuang, namely using the traditional Mandar procession, however, there are few differences are found. First, Syarifah women's marriage tends to focus on nasab (lineage) at the matchmaking process or at the proposal process so that the marriage is arranged, they do not apply several kufu' concepts (compability) in choosing a partner, and some of them even choose not to marry. Second, at the metindor process in Syarifahs' Wedding (arrival of the groom), the groom should attend the syarifahs' place by riding a horse. Third, the groom has to wear white to carry out the Ijab kabul . Regarding the first result, the concept of kafâ`ah for Syarifah women in achieving sakinah mawaddah warahmah marriage cannot be separated from the combination of several kufu’ concepts, such as religion, lineage, work, and wealth. However, in their marriage, the concept of kufu' in terms of lineage and religion is the most important consideration when choosing a partner while the wealth and work aspect are tend to be ignored nowadays. The implication of the research is that there is an understanding that not only lineage of sayyid descent is a determinant in achieving a life of sakinah mawaddah warahmah for syarifah women in Pambusuang, but it is also necessary to grant rights to Syarifah women to choose their partner outside the lineage of sayyid rather than live unmarried because they are not from the same nasab (lineage). Keywords: Syarifah women, kafâ`ah (kufu’), nasab (lineage), Islamic Marriage
-
ItemLIVING HADIS DALAM TRADISI MAMBATU-BATU PADA ACARA TAHLILAN MASYARAKAT MANDAR SULAWESI BARAT (Tinjauan Maqashid al-Syari’ah)(Repository STAIN Majene, 2023-04-28) Muhammad Nasir ; Muhammad Mawardi DjalaluddinPenelitian ini berjudul Living hadis dalam tradisi mambatu-batu pada acara tahlilan masyarakat Mandar Sulawesi Barat, tinjauan maqashid al-syari’ah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana petunjuk hadis yang terkait dengan acara tahlilan atau doa selamatan bagi orang yang sudah meninggal dunia dan hakekat maqâsid al- syari’ah dalam ritual mambatu-batu pada acara tahlilan yang dipraktekkan oleh masyarakat Mandar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis konten yaitu menarik kesimpulan dengan mengidentifikasi karakteristik pesan atau konsep yang terdapat dalam data. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan Teologis, historis, dan pendekatan Sosial. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Nabi saw. pernah meletakkan batu kerikil di atas kubur anaknya Ibrahim. Kualitas hadis riwayat imam Syafi’ ini di nilai hasan karena ada beberapa riwayat lain yang menguatkannya. Sementara hadis tentang tahlil sebanyak 70 ribu kali, penulis belum menemukan sanad yang lengkap sehingga Ibn Hajar menilai hadis tersebut sebagai hadis yang belum ada asalnya. Namun, praktek tahlil sebanyak 70 ribu kali banyak dipraktekkan oleh ulama- ulama salaf. Abu Hurairah dan Sa’ad bin Abi Waqqash yang disebutkan dalam riwayat hadis adalah sahabat Nabi yang berzikir dengan menggunakan batu kerikil untuk menghitung jumlah zikirnya. Namun, kualitas hadis tersebut di nilai dhaif. Kalau merujuk kepada pendapat muhadditsin bahwa boleh saja mengamalkan hadis dhaif dalam hal fadhilah amal, maka pada dasarnya bertahlil dengan menggunakan batu kerikil hukumnya boleh. Sejarah ritual mambatu-batu yang dilakukan oleh masyarakat Mandar khususnya di kabupaten Majene dan Polewali Mandar, diperkirakan mulai dilakukan antara tahun 1930- an. Pada awalnya seorang ulama yang bernama KH. Nuhung (1906-1947 M) menemukan riwayat dalam kitab fath al-mubarak tentang bertahlil dengan menggunakan batu kerikil sebanyak 7777. Muatan maqasid al-Shari’ dalam budaya mambatu-batu di dua Kabupaten provinsi Sulawesi Barat berada pada peringkat tahsiniyat, tepatnya pada memelihara akal yaitu menghindari kesalahan dalam menghitung bilangan batu-batu kerikil sebanyak 70 ribu disaat acara tahlilan seseorang yang meninggal dunia. Tahlilan dilaksanakan secara berjamaah adalah sebagai turunan dari memelihara diri dan batu-batu tahlilan di pusara orang yang diacarakan itu adalah juga turunan dari memelihara agama yang berada pada peringkat tahsiniyat
-
ItemLPJ keuangan Terapan Nasioanal STAIN MAJENE(Repository Stain Majene, 2023-06-06) Bahruddin
-
ItemMETODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA PONDOK PENDIDIKAN TRADISIONAL NON FORMAL ALLO BIQAR DI PAMBUSUANG KECAMATAN BALANIPA KABUPATEN POLEWALI MANDAR(Repository STAIN Majene, 2023-04-26) Suddin BaniLembaga pendidikan Non formal Allo Biqar (Matahari Terbit) merupakan salah satu lembaga pendidikan tradisional non formal yang masih menyelenggarakan kegiatan pendidikan non formal dalam pembelajaran Bahasa Arab. Hal ini jadi menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian karena peminat dari berbagai daerah datang untuk belajar Bahasa Arab di lembaga pendidikan tradisional non formal tersebut. Semakin meningkat dari tahun ke tahun, terutama masa liburan sekolah
-
ItemNILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PAPASANG PADA ELONG PEONDO MANDAR (IMPLIKASI TERHADAP KURIKULUM STAIN MAJENE)(Repository STAIN MAJENE, 2023-04-26) Suddin Bani ; Muhammad Idris Hasanuddin ; Aan SetiawanABSTRAK Judul : Nilai Pendidikan Islam dalam Pappasang pada Elong Peondo Mandar (Implikasi terhadap Kurikulum STAIN Majene) Penulis : Dr. Suddin Bani, M.Ag (Ketua), Muhammad Idris Hasanuddin, M.Pd.I., (Anggota), Aan Setiawan, M.Pd. Penelitian ini mengkaji tentang nilai pendidikan Islam dalam pappasang yang terdapat pada elong peondo Mandar. Nilai-nilai pendidikan Islam tersebut menjadi implikasi terhadap kurikulum yang dalam bentuk mata kuliah. Rumusan masalah yang diangkat adalah: 1) Bagaimana konstruksi nilai pappasang pada elong peondo; 2) Bagaimana irisan nilai pendidikan Islam dengan pappasang pada elong peondo; dan 3) Bagaimana implikasi nilai pendidikan Islam dalam pappasang pada elong peondo terhadap kurikulum STAIN Majene. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-intrepretatif dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yaitu penelitian untuk menafsirkan tanda dan teks yang berkaitan dengan data tentang Pappasang dan Elong Peondo Mandar. Analisis tersebut digunakan untuk menemukan intrepetasi terhadap gambaran tentang nilai pendidikan Islam dalam pappasang dan elong peondo Mandar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Pemilihan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive dan snowball. Penelitian ini menggunakan teknik analisis transkrip, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Konstruksi nilai pappasang pada elong peondo Mandar adalah konstruksi nilai yang berkaitan moral, motivasi, etika, pemberi semangat yang bersifat duniawi, yang bersifat heroik, sosial kemasyarakatan, serta hal-hal yang berkaitan dengan hal-hal yang gaib dan spritual; 2) Irisan nilai pendidikan Islam dengan pappasang pada elong peondo Mandar tampak terdapat irisan antara keduanya. Dimana ajaran Islam menganjurkan untuk mengazankan anak yang baru lahir. Isi azan adalah ungkapan kalimat tauhid sedangkan kandungan pappasang yang terkandung dalam elong peondo juga mengandung kalimat-kalimat yang baik nasehat, motivasi dan lain-lain. Irisan lainnya juga terdapat pada bagaimana menjadi pribadi yang baik, bagaimana mendapatkan rezki yang halal dan menggunakannya dengan cara baik pula, dan lain sebagainya. Implikasi penelitian ini adalah: dari hasil penelitian ini didapatkan data bahwa kandungan elong peondo dalam tradisi Mandar orang dapat dikategorikan sebagai pappasang orang tua kepada anak. Pappasang tersebut merupakan bentuk pesan moral, etika, pendidikan, agama, pesan patriotisme dan lain-lain. Sehingga, diharapkan apa yang menjadi hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam kurikulum STAIN Majene khususnya pada mata kuliah “Islam dan Budaya Lokal”.
-
ItemOPTIMALISASI SOSIALISASI PERLINDUNGAN ANAK MELALUI KEGIATAN MAJELIS TA’LIM DI SULAWESI SELATAN(Repository STAIN Majene, 2018) Abdul Rahman ; Andi Safriani
-
ItemPEMBERDAYAAN WAKAF PRODUKTIF DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI UMAT ISLAM DAN APLIKASINYA DI KOTA MAKASSAR(Repository STAIN Majene, 2013) Abdul Rahman
-
ItemPengembangan Model Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak Dari Eksploitasi Seks Komersial Melalui Majelis Ta’lim di Kabupaten Polman dan Majene Sulawesi Bara(Repository STAIN Majene, 2020) Abdul Rahman ; Anwar SadatDiberlakukannya Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dimaksudkan antara lain untuk menjamin dan melindungi anak serta hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan kesadaran akan hak dan kewajiban serta rasa tanggung jawab para pihak, terutama para orangtua karena merekalah yang paling pertama dan utama bersentuhan dengan anak. Dalam rangka sosialisasi Undang-undang tersebut diperlukan suatu penelitian untuk mencari model sosialisasi yang tepat dan efektif khususnya bagi kaum perempuan (ibu) melalui kegiatan sosial keagamaan yaitu melalui program majelis ta’lim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif-empiris. Penelitian normatif digunakan melalui metode penafsiran hukum gramatikal dan autentik. Sedangkan penelitian empiris dilakukan dengan metode penafsiran teleologis untuk mengetahui sejauh mana norma hukum sesuai dengan sikap, perilaku, dan kepatuhan masyarakat. Adapun teknik pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan dengan menggunakan pedoman wawancara dan penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sosiolosasi yang dihasilkan bisa memecahkan masalah yang paling mendasar dan mendesak, serta menyangkut kepentingan masyarakat luas. Program berbasis komunitas, penanganannya bukan hanya pada ABH saja, melainkan kepada unit interaksi yang lebih besar antara lain: orangtua, seluruh keluarga, teman sebaya, lingkungan tempat tinggal, dan lembaga sosial yang lebih luas.