Skripsi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
1 - 5 of 72
-
ItemSTRATEGI ADAPTASI KOMUNIKASI RRI MAMUJU DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI DI ERA DIGITAL(Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25)ABSTRAK Nama : ZULFIKAR NIM : 30356119031 Judul : STRATEGI ADAPTASI KOMUNIKASI RRI MAMUJU DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI DI ERA DIGITAL Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak bagi lembaga penyiaran publik, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju, dalam mempertahankan eksistensinya di tengah pergeseran perilaku masyarakat yang semakin bergantung pada media digital. Kondisi ini memunculkan permasalahan utama terkait bagaimana strategi komunikasi RRI Mamuju dalam beradaptasi di era digital, serta apa saja faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teori akomodasi komunikasi dan teori Harold D. Lasswell yang menekankan pada lima unsur komunikasi: komunikator, pesan, saluran, penerima, dan efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI Mamuju melakukan strategi adaptasi melalui pemanfaatan aplikasi RRI Digital, produksi program siaran yang relevan dengan kebutuhan pendengar, serta pemanfaatan media sosial sebagai saluran alternatif distribusi konten. Faktor pendukung utama adalah dukungan regulasi pemerintah, ketersediaan platform digital resmi, serta semangat generasi muda dalam mengelola program. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan jangkauan siaran yang belum merata dan keterampilan sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi RRI Mamuju dalam memperkuat strategi komunikasi digital, sekaligus menjadi rujukan bagi lembaga penyiaran publik lainnya dalam menghadapi tantangan serupa di era digital. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfungsi sebagai analisis akademik, tetapi juga menawarkan rekomendasi nyata bagi keberlanjutan eksistensi RRI di tengah kompetisi media modern. Kata Kunci: Strategi komunikasi, RRI Mamuju, eksistensi, era digital, media sosial.
-
ItemPesan Kesehatan di TikTok dalam Perspektif Komunikasi Islam (Analisis Semiotika terhadap Konten Bahaya Skincare Ilegal Oleh dr. Oky Pratama)(Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25)ABSTRAK Nama : Putri Wulandari NIM : 30356121008 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul :Pesan Kesehatan di TikTok dalam Perspektif Komunikasi Islam (Analisis Semiotika terhadap Konten Bahaya Skincare Ilegal Oleh dr. Oky Pratama) Perkembangan media sosial di era digital menjadikan platform seperti TikTok tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi kesehatan. Fenomena maraknya penggunaan skincare ilegal yang mengandung bahan berbahaya mendorong munculnya berbagai konten edukatif dari praktisi kesehatan, salah satunya oleh dr. Oky Pratama. Dalam konteks komunikasi Islam, penyampaian pesan kesehatan melalui media sosial menjadi bagian dari pesan Islam berbasis digital yang bertujuan mengedukasi dan mencegah kemudaratan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna pesan kesehatan terkait bahaya skincare ilegal pada konten TikTok dr. Oky Pratama serta menelaahnya dari perspektif komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan interpretatif serta memanfaatkan analisis semiotika Charles Sanders Peirce yang mengkaji tanda-tanda verbal dan nonverbal melalui konsep representament, objeck, dan interpretant. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi pada beberapa konten video TikTok dr. Oky Pratama yang secara khusus membahas mengenai produk skincare ilegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan kesehatan yang disampaikan melalui konten dr. Oky Pratama hadir dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Pesan- pesan tersebut dimaknai sebagai upaya edukasi dan kritik terhadap peredaran produk skincare ilegal yang berbahaya bagi kesehatan, serta mencerminkan prinsip komunikasi Islam seperti qaulan sadidan (perkataan benar), qaulan balighan (pesan yang efektif dan mengena), qaulan Ma’rufan (perkataan yang tepat), qaulan masyuran (perkataan yang ringan), qaulan layyinan (perkataan yang lemah lembut), dan qaulan kariman (perkataan yang mulia). Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa media sosial seperti TikTok dapat berperan sebagai sarana penyampaian pesan Islam berbasis digital dan edukasi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih selektif dan kritis terhadap produk kecantikan yang beredar. Kata Kunci: Pesan Kesehatan, TikTok, Skincare Ilegal, Komunikasi Islam
-
ItemRepresentasi Emosi Sadar Diri Pada Remaja Dalam Film Animasi Inside Out 2 (Analisis Semiotika Roland Barthes)(Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25)ABSTRAK Nama : Ardewi Nim : 30356121001 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Representasi Emosi Sadar Diri Pada Remaja Dalam Film Animasi Inside Out 2 (Analisis Semiotika Roland Barthes) Penelitian ini berjudul “Representasi Emosi Sadar Diri pada Remaja dalam Film Animasi Inside Out 2: Analisis Semiotika Roland Barthes.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana film Inside Out 2 merepresentasikan emosi sadar diriyang meliputi rasa malu, rasa iri, dan rasa cemas sebagai bagian dari dinamika psikologis remaja serta relevansinya dengan nilai-nilai Islam. Film ini dipilih karena menghadirkan representasi kompleks tentang perkembangan emosional tokoh remaja melalui medium animasi yang sarat makna sosial dan moral. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang menelaah makna denotatif, konotatif, dan mitos pada tanda- tanda visual dan verbal dalam adegan film. Data diperoleh melalui dokumentasi dan analisis terhadap adegan yang merepresentasikan tiga emosi sadar diri utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu berfungsi sebagai tekanan sosial sekaligus pembentuk moral, rasa iri muncul sebagai dorongan perbandingan sosial dan kebutuhan penerimaan, sedangkan rasa cemas menggambarkan kewaspadaan dan kekhawatiran terhadap kegagalan. Ketiga emosi tersebut saling berkaitan dan berperan sebagai emosi sosial yang memengaruhi pembentukan identitas, moral, serta interaksi sosial remaja. Selain itu, Inside Out 2 menaturalisasi mitos bahwa konflik batin remaja merupakan kondisi yang dianggap alami dan wajar, yang terbentuk oleh tekanan serta standar sosial yang dinormalisasi, sehingga dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pendewasaan. Dalam perspektif Islam, emosi sadar diri perlu diarahkan ke arah positif: rasa malu menjadi akhlak mulia yang menjaga martabat diri, rasa iri dapat ditransformasikan menjadi ghibthah (dorongan untuk memperoleh kebaikan yang sama tanpa merugikan orang lain), dan rasa cemas menjadi sarana introspeksi serta penguatan iman. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa film animasi dapat berperan sebagai sarana pembelajaran yang efektif untuk membantu remaja memahami dan mengelola perkembangan emosinya secara positif, sesuai dengan nilai-nilai Islam dan prinsip komunikasi yang baik. Kata Kunci: Emosi Sadar Diri, Semiotika Roland Barthes, Film Inside Out 2, Remaja, Komunikasi Islam.
-
ItemPerilaku Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam Menanggapi Berita Hoaks di Media Sosial WhatsApp(Repository STAIN MAJENE, 2026-02-25)ABSTRAK Nama : Nuraeni Hasmir NIM : 30356119070 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Perilaku Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam Menanggapi Berita Hoaks di Media Sosial WhatsApp Latar belakang penelitian ini berangkat dari meluasnya penyebaran informasi di era digital, termasuk berita bohong atau hoaks, yang menjadi tantangan serius dalam menjaga integritas informasi dan pemahaman publik. Media sosial WhatsApp, sebagai platform komunikasi yang sangat populer, seringkali menjadi media penyebaran hoaks yang cepat dan luas, sehingga penting untuk memahami bagaimana individu, khususnya mahasiswa KPI yang memiliki pemahaman tentang komunikasi, menyikapi fenomena ini. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan mahasiswa KPI angaktan 2019-2023 sebagai narasuber atau informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mahasiswa KPI dalam menanggapi berita hoaks di WhatsApp beragam, namun secara umum mencerminkan kesadaran akan bahaya hoaks. Beberapa temuan utama penelitian ini meliputi: (1) Mahasiswa cenderung melakukan verifikasi informasi dari sumber lain sebelum mempercayai atau menyebarkan berita yang diterima. (2) Terdapat perilaku aktif dalam mengedukasi diri sendiri dan lingkungan sekitar mengenai ciri-ciri hoaks dan (3) Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam mengidentifikasi hoaks yang semakin canggih dan menyerupai informasi asli. Kata Kunci: Perilaku Mahasiswa, Hoaks, WhatsApp, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Literasi Media.
-
ItemSolidaritas Sosial Anggota Organisasi Multiagama pada Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah Majene (Perspektif Sosiologi Dakwah)(Repository STAIN MAJENE, 2026-02-24)ABSTRAK Nama : ARIFUDDIN NIM : 30356119007 Judul : Solidaritas Sosial Anggota Organisasi Multiagama pada Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah Majene (Perspektif Sosiologi Dakwah) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk-bentuk Solidaritas Sosial Anggota Organisasi Multiagama pada Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah Majene, Faktor-faktor yang mendorong solidaritas sosial organisasi Multigama pada Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan keilmuan sosiologi dakwah dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana peneliti terlibat langsung dalam konteks dan situasi yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah Majene sebagai organisasi multiagama dengan Bentuk solidaritas yang meliputi solidaritas mekanik dan organik, solidaritas mekanik tercermin dalam kegiatan bersama seperti kerja sama dalam kegiatan organisasi, sedangkan solidaritas mekanik meliputi pembagian kerja dengan melibatkan semua anggota tanpa membedakan agama. Faktor pendorong solidaritas meliputi internal dan eksternal, faktor internal meliputi nilai Lalla’ Tassisara’, kebersamaan, asal daerah, dan nilai keagamaan, adapun faktor eksternal meliputi respon masyarakat terhadap organisasi dan kondisi lingkungan sosial. Keberagaman agama dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Mamuju Tengah Majene bukanlah penghalang melainkan kekuatan mendorong terciptanya toleransi, solidaritas, dan keharmonisan sosial. Dengan semangat persaudaraan, perbedaan keyakinan justru memperkuat integrasi sosial dan menjadikan organisasi sebagai contoh nyata kehidupan yang rukun ditengah keberagaman keberagaman. kata kunci : Solidaritas Sosial, multiagama, organisasi, sosiologi dakwah.