Skripsi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
1 - 5 of 93
-
ItemRetorika Penyiar LPP RRI Mamuju dalam Mendukung Eksistensi Program Pro Dangdut di Era Digital(Repository STAIN Majene, 2026-09-29)ABSTRAK Nama : Sri Intan Sam Nim : 30356121034 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Retorika Penyiar LPP RRI Mamuju dalam Mendukung Eksistensi Program Pro Dangdut di Era Digital Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan dan kontribusi retorika Aristoteles yang digunakan oleh penyiar RRI Mamuju dalam mendukung eksistensi program pro dangdut di era digital. Fokus kajian ini diarahkan pada peran penyiar yang sangat menentukan dalam menjaga keterlibatan pendengar melalui pendekatan komunikasi yang efektif, menarik, dan adaptif terhadap perubahan preferensi media. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan mengadopsi teori retorika Aristoteles. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyiar RRI Mamuju menerapkan ketiga unsur retorika Aristoteles, yaitu ethos (kredibilitas penyiar), pathos (membangun rasa emosional pendengar), dan logos (penggunaan argumen yang rasional) untuk mendukung eksistensi program pro dangdut di era digital. Selain itu, retorika juga berkontribusi terhadap program Pro Dangdut, yaitu sebagai daya tarik program, sarana untuk meningkatkan keterlibatan audiens, meningkatkan nilai edukatif, serta menjadi strategi dalam menjaga eksistensi program. Penelitian ini memberikan manfaat terhadap kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam bidang retorika penyiar. Temuan ini memperkuat pemahaman tentang bagaimana strategi retorika yang digunakan penyiar dapat mempengaruhi persepsi dan minat pendengar, khususnya dalam mempertahankan eksistensi program musik dangdut di tengah arus digitalisasi media Kata Kunci : Retorika Penyiar, Mendukung Eksistensi, Pro Dangdut, Era Digital
-
ItemOptimalisasi Pencitraan Diri di Instagram untuk Meningkatkan Efikasi Mahasiswa STAIN Majene dalam Menghadapi Dunia Kerja(Repository STAIN Majene, 2026-09-29)ABSTRAK Nama : Mayasari NIM : 30356121029 Program Studi : Komunikasi dan penyiaran Islam Judul : Optimalisasi Pencitraan Diri di Instagram untuk Meningkatkan Efikasi Mahasiswa STAIN Majene dalam Menghadapi Dunia Kerja Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa STAIN Majene memaknai pencitraan diri di Instagram dalam menghadapi dunia kerja serta bagaimana proses pembentukan dan optimalisasi pencitraan diri tersebut untuk meningkatkan efikasi diri. Jenis penelitian adalah kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, seperti ungkapan tertulis atau lisan dari individu serta perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data diperoleh melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai pencitraan diri di Instagram sebagai sarana strategis untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kerja. Pemaknaan tersebut mencakup upaya menunjukkan identitas profesional, menyajikan portofolio digital, serta menjaga kesadaran terhadap jejak digital dan reputasi. Proses pembentukan dan optimalisasi pencitraan diri mengacu pada konsep Peter Montoya, khususnya aspek spesialisasi, kepribadian, dan reputasi, dengan memanfaatkan fitur Instagram seperti feed, highlight, bio, caption, dan foto profil. Strategi ini dapat meningkatkan efikasi diri sebagaimana dijelaskan oleh Albert Bandura, terutama dalam membentuk rasa percaya diri, keyakinan terhadap kemampuan, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja. Hal yang juga penting dalam mengoptimalkan pencitraan diri sebagai mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri adalah kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman serta mengutamakan konten positif dan bermanfaat. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya mahasiswa mengoptimalkan media sosial, seperti Instagram, untuk membangun citra positif dan profesional sesuai minat masa depan melalui konten yang konsisten, autentik, dan beretika, karena pemanfaatan yang terarah dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan kerja. Kata kunci: pencitraan diri, media sosial, efikasi diri, dunia kerja.
-
ItemStrategi Komunikasi Pers Lentera MAN 1 Polman dalam Mengelola Informasi Madrasah Melalui Media Sosial(Repository STAIN Majene, 2026-09-29)Nama : HASMIRA NIM : 30356121031 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Strategi Komunikasi Pers Lentera MAN 1 Polman dalam Mengelola Informasi Madrasah Melalui Media Sosial Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Pers Lentera MAN 1 Polewali Mandar dalam mengelola dan menyebarluaskan informasi madrasah melalui media sosial serta mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas guru pembina, pimpinan redaksi, koordinator liputan, reporter, kameramen, penulis berita, dan editor Pers Lentera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) strategi komunikasi Pers Lentera MAN 1 Polewali Mandar dalam mengelola informasi madrasah melalui media sosial dilakukan melalui pengelolaan unsur-unsur komunikasi yang meliputi komunikator, pesan, media, dan komunikan. Pimpinan redaksi berperan sebagai pengendali utama arus informasi, pesan yang disampaikan berfokus pada kegiatan dan prestasi madrasah, sedangkan media yang digunakan adalah Instagram dan Facebook untuk menjangkau siswa, guru, orang tua, dan masyarakat luas; 2) Pers Lentera memiliki kelebihan berupa kemampuannya meningkatkan citra dan publikasi madrasah serta menjadi wadah pengembangan keterampilan jurnalistik siswa. Adapun kelemahan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, keterlambatan dan kurangnya sinkronisasi informasi, serta kendala teknis dalam pengelolaan media sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media sosial, serta peningkatan koordinasi internal agar proses pengelolaan dan penyebaran informasi madrasah dapat berlangsung lebih efektif dan optimal. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pers Lentera, Media Sosial.
-
ItemMakna Simbolik Mahar dan Seserahan Dalam Pernikahan Suku Mandar di Desa Pambusuang Kabupaten Polewali Mandar(Repository STAIN Majene, 2026-09-29)ABSTRAK Nama : Dyah Intizharah NIM : 30356121039 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Makna Simbolik Mahar dan Seserahan Dalam Pernikahan Suku Mandar di Desa Pambusuang Kabupaten Polewali Mandar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terhadap makna simbolik dalam tradisi mahar dan seserahan pada pernikahan adat Suku Mandar di Desa Pambusuang sebagai bagian dari praktik budaya yang mengandung nilai sosial dan kultural yang kompleks, namun kajian yang membahas makna simbolik dalam perspektif semiotik sosial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dalam tradisi tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotik sosial M.A.K. Halliday yang berfokus pada field, tenor, dan mode. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui simbol, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar yang berwujud real (mata uang asing), emas, dan seperangkat alat salat, serta seserahan terdiri dari buah-buahan, doi paccanring (uang atau harta sebagai syarat pernikahan), cincin, beras, terigu, gula merah, minyak, kappu bunga (bunga yang dibungkus dengan kain), sitto (tempat uang/emas yang terbuat dari kertas putih), masi-masigi (miniatur masjid yang terbuat dari kayu), lemari dan isinya hingga paindo passorong (jenis tumbuhan yang hidup dalam jangka waktu lama), tidak hanya dimaknai sebagai pemberian material, tetapi juga sebagai simbol identitas, tanggung jawab, dan kehormatan antar keluarga, serta mengandung nilai sosial, budaya, dan relasi interpersonal yang terstruktur. Prosesi ini melibatkan berbagai pelibat sosial, seperti keluarga mempelai, tokoh agama, dan masyarakat, yang membentuk struktur komunikasi budaya melalui penyampaian makna secara lisan dan simbolik melalui benda-benda adat. Tradisi pemberian mahar dan seserahan dalam masyarakat Mandar tidak hanya berfungsi secara ekonomi, sosial, dan spiritual, tetapi juga merepresentasikan sistem makna yang terstruktur melalui konteks aktivitas budaya (field), relasi sosial (tenor), serta medium penyampaian simbolik (mode), sehingga berperan dalam mempertahankan dan mentransmisikan nilai-nilai budaya antar generasi. Kata Kunci: Semiotika Sosial, Mahar, Seserahan, Budaya, Identitas
-
ItemPesan Dakwah dalam Tradisi Meuri’ pada Masyarakat Tammerodo Majene (Tinjauan Semiotika Roland Barthes)(Repository STAIN Majene, 2026-07-24)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi meuri’ pada masyarakat Desa Tammerodo, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, serta mengkaji makna pesan dakwah yang terkandung di dalamnya. Tradisi meuri’ merupakan ritual selamatan kehamilan yang dilaksanakan sebagai bagian dari kehidupan adat dan keagamaan masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan pendekatan interpretatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan semiotika Roland Barthes dengan fokus pada makna denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi meuri’ dimulai dari persiapan perlengkapan adat, pembacaan doa-doa tertentu, hingga kegiatan makan bersama sebagai penutup acara. Setiap tahapan dan simbol yang digunakan memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan pesan dakwah. Pesan tersebut mencakup nilai akidah, seperti kepercayaan dan ketergantungan kepada Allah Swt., nilai syariat yang tampak dalam praktik doa, serta nilai akhlak berupa kepedulian sosial, rasa syukur, dan penguatan hubungan kekeluargaan. Pada tingkat mitos, tradisi meuri’ dipahami masyarakat sebagai upaya memohon keselamatan dan keberkahan bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi meuri’ berfungsi sebagai media dakwah kultural yang menyampaikan nilai-nilai Islam secara sederhana dan dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, tradisi ini perlu dipahami dan dilestarikan agar tidak berhenti pada praktik seremonial semata. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Tradisi Meuri’, Semiotika Roland Barthes, Dakwah Kultural, Masyarakat Mandar.