Skripsi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Skripsi Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam by Title
Results Per Page
Sort Options
-
ItemAdaptasi Dakwah dalam Tradisi Mattera’ Pangaji pada Masyarakat Mandar Desa Maliaya Kecamatan Malunda(Repository STAIN MAJENE, 2026-06-04) Ikbal IdrisNama : Ikbal Idris Nim : 30356119059 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Adaptasi Dakwah dalam Tradisi Mattera’ Pangaji pada Masyarakat Mandar Desa Maliaya Kecamatan Malunda Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana memaknai ritual tradisi mattera’ pangaji dan bagaimana bentuk adaptasi dakwah tradisi mattera’ pangaji pada masyarakat Mandar Desa Maliaya Kecamatan Malunda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menghasilkan data deskriptif melalui responden yang peneliti amati baik secara tertulis maupun lisan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualtitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 6 orang. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk melakukan teknik pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data dengan mentransformasi data mentah yang dihasilkan di lapangan, dan penyajian data dengan mengumpulkan informasi yang kemudian menarik kesimpulan kualitatif dan mengambil tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tradisi mattera’ pangaji ini merupakan motivasi bagi anak-anak agar rajin membaca al-Qur’an, hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mengajak masyarakat agar selalu menghormati guru dan mendapatkan keberkahan dengan melaksanakan ritual mattera’ pangaji. Bentuk adaptasi dakwah dalam tradisi mattera’ pangaji bagi masyarakat Mandar Desa Maliaya yaitu musyawarah, kerja sama dan gotong royong, menghargai sesama. Implikasi hasil penelitian yang di jelaskan di atas di simpulkan bahwa penerapan adaptasi dakwah dalam tradisi mattera’ pangaji yang diuraikan dalam penelitian ini yaitu memudahkan orang tua sang anak sehingga tradisi tersebut tetap terjaga dan dilestarikan hingga saat ini. Kata Kunci: Adaptasi Dakwah, Tradisi, Mattera Pangaji
-
ItemAdaptasi Dakwah dalam Tradisi Mattera’ Pangaji pada Masyarakat Mandar Desa Maliaya Kecamatan Malunda(Repository STAIN MAJENE, 2026-06-04) Ikbal IdrisNama : Ikbal Idris Nim : 30356119059 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Adaptasi Dakwah dalam Tradisi Mattera’ Pangaji pada Masyarakat Mandar Desa Maliaya Kecamatan Malunda Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana memaknai ritual tradisi mattera’ pangaji dan bagaimana bentuk adaptasi dakwah tradisi mattera’ pangaji pada masyarakat Mandar Desa Maliaya Kecamatan Malunda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menghasilkan data deskriptif melalui 11 responden yang peneliti amati baik secara tertulis maupun lisan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualtitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 6 orang. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk melakukan teknik pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data dengan mentransformasi data mentah yang dihasilkan di lapangan, dan penyajian data dengan mengumpulkan informasi yang kemudian menarik kesimpulan kualitatif dan mengambil tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tradisi mattera’ pangaji ini merupakan motivasi bagi anak-anak agar rajin membaca al-Qur’an, hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mengajak masyarakat agar selalu menghormati guru dan mendapatkan keberkahan dengan melaksanakan ritual mattera’ pangaji. Bentuk adaptasi dakwah dalam tradisi mattera’ pangaji bagi masyarakat Mandar Desa Maliaya yaitu musyawarah, kerja sama dan gotong royong, menghargai sesama. Implikasi hasil penelitian yang di jelaskan di atas di simpulkan bahwa penerapan adaptasi dakwah dalam tradisi mattera’ pangaji yang diuraikan dalam penelitian ini yaitu memudahkan orang tua sang anak sehingga tradisi tersebut tetap terjaga dan dilestarikan hingga saat ini. Kata Kunci: Adaptasi Dakwah, Tradisi, Mattera Pangaji
-
ItemAnalisis Isi Pesan Dakwah Akhlak pada Desain Poster One Day One Story (ODOS) Komunitas Ruang Edit Indonesia(Repository STAIN MAJENE, 2025-11-12) Muhammad Yassir SafriNama : Muhammad Yassir Safri Nim : 30356121015 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Analisis Isi Pesan Dakwah Akhlak pada Desain Poster One Day One Story (ODOS) Komunitas Ruang Edit Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah akhlak dalam poster One Day One Story (ODOS) Komunitas Ruang Edit Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana nilai-nilai akhlak direpresentasikan melalui teks dan visual, serta bagaimana poster tersebut berfungsi sebagai media dakwah di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi kualitatif dan perspektif ilmu dakwah. Analisis difokuskan pada makna, simbol, serta pesan moral yang termuat dalam elemen visual maupun teks pada poster ODOS. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap konten poster yang dipublikasikan komunitas, serta dokumentasi berupa arsip digital seperti tangkapan layar dan file desain poster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua dimensi utama pesan dakwah akhlak dalam poster ODOS, yaitu akhlak kepada Allah Swt. yang meliputi keikhlasan, kesabaran, rasa syukur, dan tawakal, serta akhlak kepada sesama manusia, seperti etika berbicara, toleransi, kesetiaan, dan kepedulian sosial. Poster ODOS mengemas pesan dakwah dalam bentuk yang humanis dengan dukungan desain visual yang menarik, sehingga efektif menyampaikan nilai-nilai akhlak kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kendati demikian, penggunaan unsur-unsur desain grafis poster One Day One Story (ODOS) yang diproduksi oleh Komunitas Ruang Edit tidak selalu selaras dengan pesan dakwah akhlak yang disampaikan, meliputi aspek pemilihan warna, gambar dan elemen visual lainnya. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah berbasis media digital, khususnya melalui desain poster, dapat menjadi strategi komunikasi yang relevan dan adaptif terhadap pola konsumsi informasi generasi milenial dan Z. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan metode dakwah kreatif yang mengintegrasikan kekuatan visual dengan pesan moral, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas serta memperkuat internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Poster, Akhlak, Ruang Edit, ODOS.
-
ItemAnalisis Isi Pesan Dakwah Akhlak pada Desain Poster One Day One Story (ODOS) Komunitas Ruang Edit Indonesia(Repository STAIN MAJENE, 2025-12-04) Muhammad Yassir SafriPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah akhlak dalam poster One Day One Story (ODOS) Komunitas Ruang Edit Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana nilai-nilai akhlak direpresentasikan melalui teks dan visual, serta bagaimana poster tersebut berfungsi sebagai media dakwah di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi kualitatif dan perspektif ilmu dakwah. Analisis difokuskan pada makna, simbol, serta pesan moral yang termuat dalam elemen visual maupun teks pada poster ODOS. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap konten poster yang dipublikasikan komunitas, serta dokumentasi berupa arsip digital seperti tangkapan layar dan file desain poster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua dimensi utama pesan dakwah akhlak dalam poster ODOS, yaitu akhlak kepada Allah Swt. yang meliputi keikhlasan, kesabaran, rasa syukur, dan tawakal, serta akhlak kepada sesama manusia, seperti etika berbicara, toleransi, kesetiaan, dan kepedulian sosial. Poster ODOS mengemas pesan dakwah dalam bentuk yang humanis dengan dukungan desain visual yang menarik, sehingga efektif menyampaikan nilai-nilai akhlak kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kendati demikian, penggunaan unsur-unsur desain grafis poster One Day One Story (ODOS) yang diproduksi oleh Komunitas Ruang Edit tidak selalu selaras dengan pesan dakwah akhlak yang disampaikan, meliputi aspek pemilihan warna, gambar dan elemen visual lainnya. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah berbasis media digital, khususnya melalui desain poster, dapat menjadi strategi komunikasi yang relevan dan adaptif terhadap pola konsumsi informasi generasi milenial dan Z. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan metode dakwah kreatif yang mengintegrasikan kekuatan visual dengan pesan moral, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas serta memperkuat internalisasi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Poster, Akhlak, Ruang Edit, ODOS.
-
ItemAnalisis Semiotika Cyberbullying Netizen di Instagram @Belinda.Mci11 Dalam Kejuaraan MasterChef Indonesia(Repository STAIN Majene, 2025-10-15) Nur IntanPada era teknologi modern, hampir semua orang menggunakan media dalam aktivitasnya, terutama dalam komunikasi yang berkembang pesat sebagai platform untuk berinteraksi, berbagi, dan aktif di media sosial. Menurut data We Are Social, pengguna media sosial meningkat signifikan hingga 139 juta atau hampir setengah populasi nasional. Media sosial memberi manfaat namun juga tantangan karena dapat disalahgunakan untuk tujuan berbahaya yang berdampak negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui representasi di balik tindakan cyberbullying secara verbal abuse, emosional abuse, dan physical abuse melalui analisis semiotika, dengan mengkategorikan jenis cyberbullying dalam komentar di Instagram @Belinda.mciII. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode semiotika Ferdinand de Saussure untuk mengidentifikasi makna tanda (signifier) dan penanda (signified). Hasil menunjukkan bahwa verbal dan emosional abuse adalah bentuk cyberbullying paling umum, sementara physical abuse tidak ditemukan. Komentar yang menyerang menunjukkan motif because of motive (tidak suka, kecewa, tidak puas) dan in order to motive (mempermalukan dan menjatuhkan korban). Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan pengawasan agar media sosial tidak menjadi ruang yang dapat merusak reputasi dan kesehatan mental. Kata Kunci: Instagram, Cyberbullying, Komentar Netizen, Analisis Semiotika
-
ItemAnalisis SWOT terhadap Digitalisasi Layanan Penyiaran Publik RRI Mamuju(Repository STAIN MAJENE, 2026-05-24) RisnaNama NIM Program Studi Judul : Risna : 30356121009 : Komunikasi dan Penyiaran Islam : Analisis SWOT terhadap Digitalisasi Layanan Penyiaran Publik RRI Mamuju Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi digitalisasi RRI Mamuju melalui aplikasi RRI Digital, dan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan strategi digitalisasi RRI Mamuju serta memberikan implikasi hasil analisis SWOT terhadap perkembangan strategi digital RRI Mamuju. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menuntut lembaga penyiaran publik untuk beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi media masyarakat, terutama generasi muda yang lebih memilih platform digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara dengan kepala stasiun, tim penyiaran, tim teknik, pengelola aplikasi, konten media baru, dan pendengar aplikasi RRI digital, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Strategi digitalisasi RRI Mamuju mencakup konvergensi media, penguatan identitas lokal, penguatan teknis dan infrastruktur, promosi dan sosialisasi aplikasi, kolaborasi dengan komunitas dan UMKM, serta peningkatan SDM dan kelembagaan; 2) Analisis SWOT mengungkap bahwa RRI Mamuju memiliki kekuatan seperti kemudahan akses aplikasi, konten lokal yang kuat, dan SDM teknik yang kompeten. Namun, terdapat kelemahan seperti keterbatasan jumlah SDM pengelola konten digital, keterbatasan infrastruktur seperti ketergantungan pada server pusat, tidak adanya fitur notifikasi pada aplikasi serta tidak adanya siaran ualang pada konten. Di sisi lain, peluang digitalisasi cukup besar melalui meningkatnya minat generasi muda terhadap platform digital, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan promosi lintas platform, sementara ancaman berasal dari gangguan jaringan internet; 3) implikasi strategis hasil dari analisis SWOT meliputi pengembangan konten lokal digital, optimalisasi promosi lintas platform, peningkatan kapasitas SDM konten, serta penguatan infrastruktur jaringan dan sistem cadangan teknis. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa RRI Mamuju perlu memperkuat kapasitas SDM digital, meningkatkan kualitas dan variasi konten lokal berbasis kebutuhan audiens, serta memperluas strategi promosi dan literasi digital kepada masyarakat. Kata Kunci: Digitalisasi, RRI Mamuju, RRI Digital, SWOT, Penyiaran Publik.
-
ItemDakwah Fardiyah Penghulu Agama Islam Dalam Memediasi Konflik Rumah Tangga (Studi Kasus KUA Kecamatan Pamboang)(Repository STAIN MAJENE, 2026-06-09) HengkyPenelitian ini mengkaji tentang dakwah fardiyah yang dilakukan oleh penghulu agama Islam dalam memediasi konflik rumah tangga di (KUA) Kecamatan Pamboang. Fokus utama penelitian ini meliputi kompetensi penghulu sebagai mediator, pelaksanaan dakwah fardiyah, dalam proses mediasi, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapannya. Tujuan penelitian ini penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan dakwah fardiyah dalam proses mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi struktur, dan dokumentasi terhadap informan yang relevan, yaitu penghulu dan pasangan yang pernah dimediasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi penghulu dalam memediasi konflik rumah tangga mencakup tiga kompetensi yaitu kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural, (2) Dalam konteks mediasi, dakwah fardiyah melalui 6 fase yaitu Ta’aruf (perkenalan), Ta’aluf (saling menyayangi), Al Tafahum (saling pengertian), Pengamatan dan pemeliharaan, Ta’awun dan tanashur tolong menolong dan bantu membantu) serta Pengamatan terhadap keimanan Mad’u. (3) faktor pendukung dalam penerapan dakwah fardiyah meliputi kemampuan dan kredibilitas penghulu, serta adanya kesadaran pasangan untuk mempertahankan rumah tangga. Sementara itu, faktor penghambat utama adalah rendahnya komitmen untuk rujuk, kedatangan pasangan yang hanya bersifat administratif sebelum perceraian, serta kuatnya konflik emosional yang telah berlangsung lama. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah fardiyah memiliki potensi strategis sebagai metode mediasi konflik rumah tangga berdasarkan nilai- nilai keagamaan dan komunikasi antarpribadi. Secara teoritis temuan ini memperkaya Khazanah ilmu dakwah, khususnya pada ranah dakwah antarpribadi dalam konteks resolusi konflik keluarga. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi perlunya penguatan kapasitas penghulu melalui pelatihan mediasi, peningkatan keterampilan komunikasi, serta pengembangan pendekatan mediasi berbasis dakwah agar proses penanganan konflik rumah tangga di KUA dapat berlangsung lebih efektif, prefentif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Dakwah Fardiyah, Penghulu, Mediasi, Konflik Rumah Tangga, KUA Kecamatan Pamboang.
-
ItemDakwah Sufistik Tarekat Naqsyabandiyah dalam Membina Spiritualitas Masyarakat Desa Maliaya Kecamatan Malunda Kabupaten Majene(Repository STAIN Majene, 2025-07-28) NasruddinABSTRAK Nama : Nasruddin NIM : 30356120032 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Dakwah Sufistik Tarekat Naqsyabandiyah dalam Membina Spiritualitas Masyarakat Desa Maliaya Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini mencakup dua aspek utama: (1) bentuk dakwah sufistik Tarekat Naqsyabandiyah dalam membina spiritualitas masyarakat Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, dan (2) tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan dakwah tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pendekatan dakwah yang mendalam dan kontekstual untuk membina spiritualitas masyarakat di tengah pengaruh modernisasi dan perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dakwah sufistik Tarekat Naqsyabandiyah terbagi menjadi dua pendekatan. Pertama, dakwah kepada masyarakat umum yang dilakukan melalui majelis taklim dan majelis zikir, terutama pada peringatan hari besar Islam. Kedua, dakwah kepada pengikut tarekat yang meliputi pelaksanaan ritual khusus seperti mandi taubat dan baiat, majelis zikir dan wirid, pembinaan spiritual individu, pengajian kitab tasawuf, dakwah bi al-hal yang dilakukan oleh Mursyid, serta kegiatan sosial keagamaan. Namun, dakwah sufistik ini menghadapi tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal meliputi komitmen yang kurang dalam menjalankan amalan tarekat, jadwal kegiatan yang kurang terorganisasi, serta keterbatasan pemahaman sebagian anggota tarekat. Tantangan eksternal mencakup pandangan negatif terhadap tarekat, perubahan sosial akibat modernisasi, dan minimnya dukungan dari tokoh serta pemimpin masyarakat setempat. Penelitian ini memiliki implikasi teoretis berupa pengayaan literatur tentang dakwah sufistik, khususnya peran Tarekat Naqsyabandiyah dalam membina spiritualitas masyarakat di tengah tantangan modernisasi. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi para penggiat tarekat untuk mengembangkan strategi dakwah yang lebih adaptif, terorganisasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Kata Kunci : Dakwah Sufistik, Tarekat Naqsyabandiyah, Spiritualitas Masyarakat
-
ItemDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene(STAIN MAJENE, 2024-05-13) DAMRA DWIYANTIABSTRAK Nama : Damra Dwiyanti NIM : 30356119008 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Pesan Dakwah Akhlak dalam Film Merindu Cahaya De Amstel (Analisis Semiologi Ferdinand De Saussure) Penelitian ini fokus pada pesan dakwah akhlak yang terkandung dalam film “Merindu Cahaya De Amstel”. Maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah apa saja pesan dakwah akhlak dalam film Merindu Cahaya De Amstel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja pesan dakwah akhlak yang terkandung dalam film “Merindu Cahaya De Amstel” dan bagaimana pesan itu tergambar pada adegan maupun dialog dalam film “Merindu Cahaya De Amstel” sehingga makna dari pesan dakwah akhlak dapat tersampaikan kepada penonton. Jenis penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan analisis semiologi. Unit analisis penelitian ini adalah potongan-potongan gambar, teks, suara, atau bunyi- bunyian yang terdapat dalam film “Merindu Cahaya De Amstel”. Jenis data objek penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode semiologi Ferdinand de Saussure dengan dua tahap yakni penanda (signifier) dan petanda (signified). Hasil penelitian ini menunjukkan pesan dakwah akhlak yang terkandung dalam film “Merindu Cahaya De Amstel” di antaranya: Pesan dakwah akhlak kepada Allah terdapat pesan dakwah taubat, tawakkal, dan ikhlas. Kemudian pesan dakwah akhlak kepada sesama manusia terdapat pesan dakwah tolong menolong, saling memaafkan dan mengucapkan salam. Implikasi dari penelitian ini adalah kepada penggemar film, diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih film sebagai media hiburan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan dapat menambah wawasan dan pemahaman kepada pembaca dalam bidang ilmu keagamaan khususnya mengenai pesan-pesan dakwah akhlak serta dapat menjadi referensi bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam khususnya yang melakukan penelitian mengenai pesan dakwah, film, semiologi, dan analisis Ferdinand de Saussure.
-
ItemDIFUSI INOVASI SEVIMA SIAKADCLOUD SEBAGAI SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI STAIN MAJENE(Repository STAIN MAJENE, 2025-02-25) JUMARNIABSTRAK Nama : JUMARNI NIM : 30356120005 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Judul : Difusi Inovasi Sevima SiAkadCloud Sebagai Sistem Informasi Akademik di STAIN Majene Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses difusi inovasi Sevima siAkadCloud, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung, serta tantangan dalam penerapannya di STAIN Majene Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif di lapangan, berlokasi di STAIN Majene. Pendekatan keilmuan yang digunakan adalah teknologi informasi dan komunikasi. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan dua kelompok informan: internal (mahasiswa, dosen, dan staf administrasi) serta eksternal (admin Sevima). Data sekunder diambil dari buku, jurnal, dan dokumen terkait. Metode analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman serta triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses difusi inovasi Sevima siAkadCloud di STAIN Majene berlangsung cepat, didukung oleh kemudahan penggunaan, fitur yang lengkap, dan rekomendasi dari pengguna di kampus lain. Namun, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur, kesulitan adaptasi terutama bagi dosen senior yang tidak melek teknologi serta dosen junior yang hanya fokus pada beberapa fitur seperti modul SIM akademik, dan kurang optimalnya beberapa fitur seperti modul akreditasi, tugas akhir, dan Ed-Link. Meskipun begitu, sistem ini secara keseluruhan dianggap lebih baik dan lebih lengkap dibandingkan dengan sistem sebelumnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang proses difusi inovasi Sevima siAkadCloud di STAIN Majene, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya serta tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, khususnya terkait adopsi sistem informasi akademik berbasis cloud di perguruan tinggi Islam serta memberikan kontribusi pada pengembangan teori difusi inovasi dalam konteks pendidikan tinggi. Kata Kunci: Difusi inovasi, Sevima siAkadCloud, Teknologi informasi.
-
ItemDIGITALISASI DAKWAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI KANAL YUOTUBE PANDARA MUSLIM(Repository STAIN Majene, 2024-10-31) MURSYIDAH AUNI
-
ItemEFEK GAME ONLINE TERHADAP PELAKU REMAJA DI DESA BONDE KEC. CAMPALAGIAN(Repository STAIN MAJENE, 2024-06-05) MUHAMMAD SALEH ALIM
-
ItemEFEKTIVITAS KELAS BERANI BICARA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLIC SPEAKING MAHASISWA PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM STAIN MAJENE(Repository STAIN MAJENE, 2025-02-25) NUR FAIKA G.ABSTRAK Nama : Nur Faika G NIM : 30356120001 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Efektivitas Kelas Berani Bicara terhadap Peningkatan Kemampuan Public Speaking mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program "Kelas Berani Bicara" terhadap kemampuan Public Speaking mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Majene. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami seberapa efektif program ini dalam meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum pada mahasiswa melalui pendekatan yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal. Data dikumpulkan melalui survei daring yang disebarkan kepada mahasiswa yang telah mengikuti program tersebut. Pengukuran efektivitas program didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi dalam program Kelas Berani Bicara dan peningkatan kemampuan Public speaking mahasiswa pada ketiga aspek yang diukur. Pada aspek kognitif, mahasiswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman teori dan strategi berbicara di depan umum. Pada aspek afektif, terdapat peningkatan kepercayaan diri dan sikap positif terhadap Public speaking. Sementara itu, pada aspek psikomotorik, mahasiswa lebih mampu mengaplikasikan teknik-teknik berbicara dengan baik. Dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, H1 diterima, menunjukkan bahwa program ini efektif. Namun, tingkat efektivitas secara keseluruhan masih tergolong rendah dengan kontribusi sebesar 33,9% terhadap peningkatan kemampuan Public speaking mahasiswa. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, disarankan adanya penambahan waktu pelaksanaan program Kelas Berani Bicara. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum secara lebih maksimal. Kata Kunci: Kelas Berani Bicara, Mahasiswa,Public speaking
-
ItemEFEKTIVITAS SIAKAD CLOUD DALAM PENYEBARAN INFORMASI AKADEMIK BAGI MAHASISWA STAIN MAJENE(RepositorY STAIN MAJENE, 2025-03-03) PEBIYANTIABSTRAK Nama : Pebiyanti Nim : 30356119056 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Efektivitas Siakadcloud dalam Penyebaran Informasi Akademik bagi Mahasiswa STAIN Majene Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas siakadcloud sebagai sistem informasi akademik bagi mahasiswa STAIN Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa sebagai pengguna Siakadcloud. Efektivitas Siakadcloud di ukur melalui tiga dimensi utama, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, dan kepuasan pengguna. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor responden berdasarkan tiga dimensi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siakadcloud secara umum dinilai sangat efektif dalam mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Dari total responden, 54% atau 183 mahasiswa menyatakan bahwa sistem ini efektif. skor efektivitas mencapai kategori 61-80, yang menunjukkan tingkat efektivitas tinggi. Dimensi kualitas sistem merupakan indikator paling dominan dengan skor 3.031, diikuti oleh dimensi kualitas informasi sebesar 2.359, dan kepuasan pengguna sebesar 1.348. sistem ini dinilai unggul karena kemudahan akses daring dan fitur yang komprehensif. Temuan ini merekomendasikan pengembangan berkelanjutan Siakadcloud dengan fokus pada peningkatan kualitas sistem, penyajian informasi yang lebih relevan, dan kepuasan pengguna untuk mengoptimalkan layanan akademik di STAIN Majene. Selain itu, Siakadcloud dapat dijadikan model implementasi sistem informasi akademik bagi perguruan tinggi lain yang ingin meningkatkan efesiensi dan efektivitas layanan teknologi informasi akademik. Kata Kunci: Siakadcloud, Sistem Informasi Akademik, Efektivitas, Kualitas Sistem, Kepuasan Pengguna
-
ItemEkologi dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tah}li>li> QS. al- Baqarah/2:30)(Repository STAIN MAJENE, 2026-06-04) LisdaNama : Lisda NIM : 30156119013 Program Studi : Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Judul : Ekologi dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tah}li>li> QS. al- Baqarah/2:30) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran QS. Al-Baqarah /2:30 terkait masalah ekologi. Penelitian ini dilatarbelankangi masalah krisis ekologi yang semakin meningkat sehingga berdampak pada kerusakan alam dan becana alam yang terjadi akibat krisis ekologi yang semakin parah. Sehingga krisis ekologi menjadi isu global yang banyak diperbincangkan. Permasalahn yang dikaji dalam penelitian ini ada dua yaitu pemaknaan ayat tentang ekologi dan imlikasinya pada QS. al-Baqarah/2:30. Dengan tujuan agar bisa mengetahui makna dan implikakasi ekologi pada QS, al-Baqarah. Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis menggunakan metode tah}li>li> atau analisis yang dianggap relevan untuk mengetahui pemaknaan dan implikasi terhadap QS.al-Baqarah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang sifatnya kepustakaan (library research). Pengumpulan data pada penelitian ini merujuk pada data primer dan data sekunder yang diperoleh dari al- Qur’an dan kitab-kitab tafsir, buku-buku, jurnal dan artikel yang terkait dengan pembahasan yang dikaji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna ekologi pada QS.al- Baqarah/2:30 terdapat kata al-ard} yang bermakna lingkungan planet bumi yang ditempati seluruh makhluk hidup terutama manusia. Pada konsep khali>fah fil ard} dalam islam memiliki keterkaitan yang sangat erat pada enam prinsip Qur’an yaitu tauhid, tanda-tanda ayat tuhan, khali<>fah di bumi, keadilan dan mi>za>n. Sehingga dari enam prinsip ini dapat dijadikan landasan normatif dalam mencegah krisis lingkungan. Dalam mengimplikasikan ekologi yaitu manusia sebagai khali>fah dan mengelola lingkungan dengan menjaga kelestarian dengan tidak merusak alam. Manusia tidak hanya berperan sebagai khali>fah akan tetapi sebagai pengemban amanah dengan melalui pendidikan ekologi berbasis Islam serta perlunya kesadaran ekologi. Dalam penelitian ini, merupakan upaya dalam meningkatkan kesadaran bahwa manusia yang tidak lepas dari unsur Tuhan, sehingga terciptanya hubugan yang harmonis, baik itu hubungan manusia terhadap Allah swt, hubungan manusia dengan sesamanya serta mahkluk lainnnya dan hubungan manusia dengan lingkungan. Agar manusia lebih mengetahui akan kedudukan dan fungsinya sebagai hamba dan khali>fah dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dalam mengelola lingkungan yang berkelanjutan. Penulis berharap penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi peneliti berikutnya terkait masalah ekologi. Kata kunci: ekologi, tah}li>li>, khalifah, al-Baqarah
-
ItemEKSISTENSI PESANTREN ALAM INDONESIA SEBAGAI DESTINASI WISATA RELIGI DI DESA HARAPAN KABUPATEN BARRU (TINJAUAN DAKWAH TADBIR DAN TATHWIR)(Repository STAIN Majene, 2025-02-20) NURWAHYU AZIZAH. ARPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Eksistensi Pesantren Alam Indonesia sebagai Destinasi Wisata Religi di Desa Harapan Kabupaten Barru (Tinjauan Dakwah Tadbir dan Tathwir). Adapun pokok permasalahan atau pertanyaan penelitian yakni: 1) Bagaimana eksistensi destinasi wisata religi di Pesantren Alam Indonesia. 2) Bagaimana strategi pengembangan destinasi wisata religi di Pesantren Alam Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana peneliti terlibat langsung dalam penelitian di lapangan dan menggunakan konsep dakwah tadbir dan tathwir. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dengan memanfaatkan keindahan alam sekitar dan kearifan lokal, Pesantren Alam Indonesia berhasil menerapkan konsep dakwah tadbir terlihat dari pembentukan wisata religi sebagai bentuk dakwah dari pesantren tersebut dan tathwir terlihat dari upaya pesantren untuk memandirikan santri dan masyarakat dengan mengembangkan potensi yang ada dengan dukungan sumber daya alam sekitar. 2) Ditemukan strategi pengembangan wisata religi berdasarkan analisis SWOT yaitu, Strengths (S)- Opportunities (O) dengan melakukan perekrutan dan pelatihan serta mengembangkan program program pendidikan dan pelatihan agama, Strengths (S) – Threats (T) dengan lebih optimal dalam melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata religi, Weaknesses (W)-Opportunities (O) dengan melakukan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang fokus pada bidang wisata religi serta Weaknesses (W) - Threats (T) dengan menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan atau universitas dan membuat konten promosi yang kreatif. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada Pesantren Alam Indonesia dalam mengoptimalkan keindahan alam dan kearifan lokal sebagai strategi dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, analisis SWOT yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, pesantren dapat mengembangkan wisata religi yang tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga secara ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pesantren atau lembaga pendidikan agama lainnya dalam mengembangkan potensi lokal mereka.
-
ItemHAMDI(REPOSITORY STAIN MAJENE, 2024-05-27) NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TOYANG ROENG PADA MASYARAKAT MANDAR DI KELURAHAN TANDE KECAMATAN BANGGAE TIMURABSTRAK Nama : Hamdi NIM : 30356119042 Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Judul : Nilai-Nilai Dakwah dalam Tradisi Toyang Roeng pada Masyarakat Mandar di Kelurahan Tande Kecamatan Banggae Timur. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana proses pelaksanaan tradisi toyang roeng pada masyarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur, Apa saja nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi toyang roeng pada masyarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang membangun makna berdasarkan data lapangan. Prosedur penelitian kualitatif ini, menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dengan menggunakan pendekatan dakwah kultural. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dan dari data tersebut diambil kesimpulan. Hasil Penelitian dari nilai-nilai dakwah dalam tradisi toyang roeng pada masayarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur adalah proses pelaksanaan tradisi toyang roeng yang dilaksanakan masyarakat mandar secara turun-temurun dari zaman dahulu hingga saat ini, toyang roeng memiliki tiga tahapan: pertama; macco‟bo/menempelkan serbuk emas ke kening kedua mempelai, kedua; membaca doa. ketiga; pengantin pria dan wanita menaiki toyang roeng dan diikuti keluarga dari kedua mempelai dan masyarakat yang hadir. Toyang roeng dimainkan atau digerakkan secara manual oleh seorang yang sudah ditugaskan untuk menggerakkannya. Nilai-nilai dakwah dalam tradisi toyang roeng yaitu pertama; nilai akidah yakni: (a) membaca doa sebelum menaiki toyang roeng sebagai bentuk keyakinan dan rasa syukur serta harapan kebaikan kepada Allah swt., (b) lima kali putaran toyang roeng disimbolkan kepada lima rukun Islam. kedua; nilai syariah yakni: (a) gotong royong sebagai manifestasi dari sikap kekeluargaan yang diajarkan dalam agama Islam, (b) empat tempat duduk pada toyang roeng digambarkan atau disimbolkan kepada empat sahabat nabi dan empat mazhab yang diyakini oleh umat Islam, (c) menjalin ukhuwah Islamiyah. ketiga; nilai akhlak yakni: (a) saling menghormati/berbicara dengan lemah lembut, (b) menjalin silaturahmi. Implikasi dari penelitian ini ialah memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat mandar sulawesi barat secara umum dan secara khusus masyarakat di kelurahan tande kecamatan banggae timur bahwa pada pelaksanaan tradisi toyang roeng terdapat nila-nilai dakwah yang terkandung di dalamnya. Kata Kunci: Nilai-Nilai, Dakwah, Tradisi, Toyang Roeng, Mandar
-
ItemImplementasi Dakwah Tadbīr dan Taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Cabang Majene(Repository STAIN MAJENE, 2026-06-09) SahrilPenelitian ini membahas terkait pelaksanaan dakwah tadbīr dan taṭwīr yang dilakukan oleh Rumah Qur’an Violet (RQV) Majene. Adapun pokok permasalahan atau pertanyaan penelitian yakni: 1) Bagaimana implementasi dakwah tadbīr di Rumah Qur’an Violet Majene. 2) Bagaimana implementasi dakwah taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Majene. 3) Bagaimana dakwah tadbīr dan taṭwīr di Rumah Qur’an Violet Majene dalam perspektif teori sistem komunikasi organisasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan dakwah tadbīr dan taṭwīr serta implikasinya terhadap efektivitas aktivitas dakwah di RQV Majene. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus, relawan serta santri Rumah Qur’an Violet Majene sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dakwah tadbīr di RQV Majene telah berjalan secara sistematis melalui pengelolaan organisasi yang terstruktur. Sementara implementasi dakwah taṭwīr diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak positif terhadap penguatan kelembagaan dan respons masyarakat terhadap kegiatan dakwah. RQV Majene juga dipahami sebagai sistem terbuka dalam perspektif komunikasi organisasi, di mana lembaga ini menerima masukan atau input seperti dukungan masyarakat serta kebutuhan sosial di sekitarnya. Masukan tersebut dikelola melalui komunikasi internal antarpengurus, pembagian peran atau tugas, serta perencanaan program. Proses tersebut kemudian menghasilkan program dakwah pemberdayaan sebagai bentuk output organisasi. Dalam hal ini dakwah tadbīr berfungsi menjaga keteraturan manajemen organisasi sedangkan dakwah taṭwīr mencerminkan kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap dinamika lingkungan atau kebutuhan masyarakat. Penelitian ini dapat berimplikasi terhadap penguatan tata kelola lembaga dakwah yang sistemastis serta pengembangan program pemberdayaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
-
ItemIMPLEMENTASI KOMUNIKASI PERSUASIF DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN (DLHK) PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) DI LINGKUNGAN LIPU KABUPATEN MAJENE(Repository STAIN Majene, 2025-02-20) Baiq Sukma WidiawatiProgram Kampung Iklim (Proklim) adalah inisiatif nasional pemerintah yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi persuasif yang digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) pada Program Kampung Iklim (Proklim) di Lingkungan Lipu Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang menjabarkan dan mendeskripsikan komunikasi persuasif yang diimplementasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengimplementasikan komunikasi persuasif model AIDDA, yang merupakan singkatan dari Attention, interest, desire, decision dan action. Attention (perhatian) yakni dengan bersurat dan sosialisasi di masjid, interest (ketertarikan) yakni dengan menyampaikan pesan yang mengedukasi dan dengan mendatangi langsung masyarakat, desire (keinginan) yakni dengan memberikan penghargaan, decision (keputusan) yakni bekerjasama dengan tokoh masyarakat seperti kepala lingkungan, action (keputusan) yakni masyarakat mulai sadar dan menerapkan Proklim di lingkungannya dan berhasil.
-
ItemIMPLEMENTASI MANAJEMEN DAKWAH PADA ORGANISASI IKATAN REMAJA ISLAM MASJID BAITUL WAHDANIYAH (IRISMAWAN) TEPPO KABUPATEN MAJENE(STAIN MAJENE, 2023) ARNILANPermasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana implementasi fungsi perencanaan (planning) pada organisasi Ikatan Remaja Islam Masjid Baitul Wahdaniyah (Irismawan) Teppo Kabupaten Majene, (2) Bagaimana implementasi fungsi pengorganisasian (organizing) pada organisasi Ikatan Remaja Islam Masjid Baitul Wahdaniyah (Irismawan) Teppo Kabupaten Majene, (3) Bagaimana implementasi fungsi penggerakan (actuating) pada organisasi Ikatan Remaja Islam Masjid Baitul Wahdaniyah (Irismawan) Teppo Kabupaten Majene, (4) Bagaimana implementasi fungsi pengendalian (controlling) pada organisasi Ikatan Remaja Islam Masjid Baitul Wahdaniyah (Irismawan) Teppo Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendeskripsikan implementasi manajemen dakwah pada Irismawan, yakni: 1) tahap perencanaan (planning/takhthith) terlaksana dalam bentuk perumusan program kerja yang melalui proses musyawarah besar dan rapat kerja; 2) pada tahap pengorganisasian (organizing/thanzim), Irismawan Teppo melaksanakan proses rekrutmen secara berkala untuk menjaring anggota yang akan menjalankan program kerja sesuai dengan kemampuan dan struktur masing-masing; 3) pada tahap penggerakan (actuating/tawjih), para personalia bergerak sesuai program kerja yang telah dibuat berdasarkan arahan dan motivasi dari pimpinan; dan 4) pada tahap pengendalian (controlling/riqabah), pimpinan mengawasi anggota dalam setiap kegiatan, serta dilakukan evaluasi di akhir kegiatan yang sering dirangkaikan dengan kegiatan rekreasi. Diharapkan kepada Irismawan Teppo agar tetap mempertahankan eksistensinya sebagai organisasi dakwah dan meningkatkan kemampuan manajerialnya sehingga para anggota mendapatkan wadah untuk mengembangkan potensinya. Hasil penelitian ini juga diharapkan bisa memberi sumbangsih gagasan atau inspirasi kepada organisasi remaja masjid yang lain agar dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai organisasi dakwah.